Membangun Daya Saing Produk

1 Sep

Oleh: Achmad Rozi El Eroy

Daya saing produk merupakan kemampuan produk tersebut tidak saja mampu merealisir sasaran strategis produksi dan marketing di pasaran, tetapi lebih dari itu produk tersebut berhasil menentukan agenda baru produk dipasaran dengan meningkatkan nilai lebih produk tersebut lewat perluasan pangsa pasar dan meningkatnya harga produk tersebut di pasar yang berdampak sangat positif terhadap posisi profit margin produk. Daya saing pasar diatas sangat ditentukan oleh tersedianya dan didayagunakannya keunggulan teknologi didalam proses produksi produk. Pendayagunaan keunggulan teknologi di dalam produk disebut sebagai muatan teknologi atau ”teknological content”. Kita dapat berasumsi bahwa tambah besar muatan teknologi didalam suatu produk, maka tambah besar daya saing produk.
Yang menjadi isu adalah bagaimana kita mendapatkan teknologi yang unggul tersebut dan meningkatkan muatannya di dalam produk yang direncanakan untuk masuk pasar. Isu tersebut bila kita elaborasi lebih lanjut akan membawa dua hal penting, yaitu; pertama bagaimana menciptakan teknologi yang unggul, dan kedua bagaimana memsukkan teknologi yang unggul tersebut di dalam produk. Hal pertama hanya dimungkinkan bila kita dpat melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D), dan memberikanperioritas fasilitas dan anggaran yang realistis. Sedangkan hal kedua hanya dimungkinkan dalam kondisi dimana manusianya mampu untuk mengidentifikasi keunggulan teknologi dan menguasainya untuk di integrasikan di dalam rekayasa proses produksi.
Kedua hal tersebut pada akhirnya berpangkal pada satu hal pokok, yaitu manusianya yang lazim kita kenal sebagai sumberdaya manusia (SDM). SDM yang kita maksud disini adalah adalah SDM yang mampu melakukan kedua hal tersebut diatas. Bila kemampuan itu telah dikuasai dan dan dimanfaatkan didalam rekayasa produksi, maka kita kemudian mengidentifikasi SDM tersebut sebagai manusia yang berdaya saing, yaitu unggul didalam rekayasa teknologi. Dengan kata lain daya saing SDM sangat banyak ditentukan oleh penciptaan dan pemilikan teknologi. Teknologi ini merupakan hasil proses dari rekayasa berbagai dimensi sosial dan ilmu pengetahuan. Proses tersebutr dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan adalah lewat sistem pendidikan dan proses belajar. Pendidikan dan proses belajar tersebut merupakan bagian dari usaha meningkatkan daya saing SDM. Dalam perspektif bisnis bahwa usaha untuk meningkatkan daya saing SDM ini pada akhir diarahkan untuk menciptakan daya saing bisnis, dan daya saing bisnis itu sendiri akhirnya direfleksikan didalam daya saing produk.
Dalam sistem pasa bebas yang sedang kita masuki sekarang ini setiasp bisnis berlomba untuk menciptakan keunggulannya dalam berbagai sektor. Keunggulan tersebut pada gilirannya diarahkan untuk menciptakan daya saing baru. Oleh karena itu prosepek kerja bagi SDM yang akan datang banyak ditentukan oleh kebutuhan untuk meciptakan keunggulkan komparatif organisasi yang akhirnya dapat tercipta daya saing. Sesungguhnya bnayak elemen yang diperlukan untuk menciptakan manusia (SDM) yang berdaya saing. Tiap organisasi atau institusi mempunyai kondisi yang bervariatif untuk menciptakan keunggulan komparatifnya. Bila keunggulan tersebut tertuang di dalam keunggulan SDM yang diciptakan, maka kita akan dapat melihat bahwa SDM yang diinginkan adalah SDM yang mempunyai karakteristik; (1) mampu berfikir alternatif, kreatif dan proaktif; (2) profesional dalam bidangnya dengan tingkat adaptif yang tinggi terhadap bidang yang lain; (3) berwawasan dan mandiri; (4) mempunyai jiwa dan semangat enterpreneruship yang tinggi.
Karakteristik SDM tersebut sangat relatif tergantung dari visi dan sudut mana seseorang memandang. Disini karakteristik SDM dipandang dalam dimensi daya saing bisnis

Satu Tanggapan to “Membangun Daya Saing Produk”

  1. Muhyidin Juli 17, 2010 pada 4:06 pm #

    Nama : Muhyidin
    NPM : 200802621
    Semester : VI (Enam)

    Jawaban

    1. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.

    Manajemen Pemasaran adalah ebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.

    Pemasar adalah orang yang mencari sumberdaya dari orang lain dan mau menawarkan sesuatu yang bernilai untuk itu. Kalau satu pihak lebih aktif mencari pertukaran daripada pihak lain,

    2. Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
    Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
    Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
    3. Faktor-faktor perencanaan Pemasan
    1. Kembangkan rencana strategis terlebih dahulu; rencana operasional bersal dari langkah pertama ini.
    2. Tempatkan pemasaran sedekat mungkin dengan pelanggan; pemasaran dan penjualan di bawah satu orang..
    3. Aturlah aktivitas pada kelompok pelanggan, bukan aktivitas fungsional..
    4. Orang-orang harus dididik tentang proses perencanaan.
    5. Semua sasaran harus diprioritaskan dalam hal urgensi dan pengaruhnya.

    4. Perilaku konsumen merupakan tindakan-tindakan individu yang melibatkan pembelian penggunaan barang dan jasa termasuk proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan-tindakan tersebut sebagai pengalaman dengan produk, pelayanan dari sumber lainnya.
    Factor-faktor

    1. faktor Budaya
    2. Kelas Sosial
    3. Penagalaman
    4. Kepribadian

    5. faktor internal yang mempengaruhi kegiatan pemasaran

    1. Sikap orang lain : keputusan membeli itu banyak dipengaruhi oleh teman-teman, tetangga, atau siapa saja yang dipercayai
    2. Faktor-faktor situasi yang tidak terduga : seperti faktor harga pendapatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: