Arsip | Juli, 2010

Urgensi Pendidikan Karakter

21 Jul

oleh : Prof . Suyanto Ph.D

Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. Baca lebih lanjut

Budaya Kerja

13 Jul

1. Pengertian Budaya Kerja

Istana Bogor (Juni 2010)

Suatu keberhasilan kerja, berakar pada nilai-nilai yang dimiliki dan perilaku yang menjadi kebiasaannya. Nilai-nilai tersebut bermula dari adat kebiasaan, agama, norma dan kaidah yang menjadi keyakinannya menjadi kebiasaan dalam perilaku kerja atau organisasi. Nilai-nilai yang telah menjadi kebiasaan tersebut dinamakan budaya. Oleh karena budaya dikaitkan dengan mutu atau kualitas kerja, maka dinamakan budaya kerja.

Kata budaya itu sendiri adalah sebagai suatu perkembangan dari bahasa sansekerta ‘budhayah’ yaitu bentuk jamak dari buddhi atau akal, dan kata majemuk budi-daya, yang berarti daya dari budi, dengan kata lain ”budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa. Sedangkan kebudayaan merupakan pengembangan dari budaya yaitu hasil dari cipta, karsa dan rasa tersebut”.[1]

Pengertian kebudayaan banyak dikemukakan oleh para ahli seperti Koentraningrat, yaitu; ”kebudayaan adalah keseluruhan manusia dari kelakuan dan hasil kelakukan yang teratur oleh tatakelakuan yang harus didapatnya dengan belajar dan semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat”.[2]

Budaya kerja, merupakan sekumpulan pola perilaku yang melekat secara keseluruhan pada diri setiap individu dalam sebuah organisasi. Membangun budaya berarti juga meningkatkan dan mempertahankan sisi-sisi positif, serta berupaya membiasakan (habituating process) pola perilaku tertentu agar tercipta suatu bentuk baru yang lebih baik. Baca lebih lanjut

KESEJAHTERAAN KARYAWAN

12 Jul

Pendahuluan

Perusahaan dan karyawan pada hakekatnya saling membutuhkan, karyawan adalah asset perusahaan karena tanpa adanya sumber daya manusia maka perusahaan tidak akan bisa berjalan, begitu juga karyawan tidak dapat menunjang kesejahteraan hidupnya tanpa adanya perusahaan sebagai tempat mencari nafkah sekaligus implementasi dari disiplin ilmu yang mereka miliki sendiri. Maka karyawan harus diperhatikan kesejahteraannya jangan hanya dituntut kewajibannya saja dengan berbagai macam beban pekerjaan, begitu pula dengan karyawan yang jangan hanya menuntut hak mereka tetapi pekerjaan dan tanggung jawab sebagai karyawan tidak diselesaikan. Namun masih ada perusahaan yang kurang memperhatikan karyawannya sehingga karyawan menjadi kehilangan motivasi, malas, dan terkesan tidak baik hasil pekerjaannya. Sehingga mereka beranggapan bahwa sekeras apa pun mereka bekerja perusahaan tidak mempedulikan mereka, apalagi untuk memberikan kesejahteraan dan imbalan yang layak untuk mereka. Baca lebih lanjut

Menyoal Semangat Kerja

8 Jul

Pendahuluan

Masalah pemensiunan pada instansi pemerintah di Indonesia, masih merupakan masalah yang belum mendapatkan perhatian sepenuhnya. Malah masih merupakan suatu kenyataan pemberian jaminan hari tua kepada pegawai, dikala institusi memutuskan hubungan kerja dengan pegawai, karena pegawai tersebut sudah berusia lanjut, belum lagi umumnya dianut oleh instansi swasta, terlebih oleh instansi kecil di Negara kita. Untuk dapat menjalani masa pensiun dengan baik, diperlukan persiapan, salah satunya adalah persiapan di bidang keuangan. Dana yang dimiliki pensiunan harus dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat memberikan hasil yang lebih besar untuk membiayai kebutuhan hidup pensiunan, khususnya untuk pemeliharaan kesehatan yang semakin hari semakin mahal.

Mulailah merencanakan pensiun sedini mungkin pada usia 25 tahun. Pemerintah juga diharapkan mendukung program dana pensiun ini sebagai tanda kemakmuran masyarakat suatu Negara, misalnya dengan insentif atau keringanan pajak. Semakin maju suatu Negara, semakin tinggi awareness masyarakatnya terhadap program dana pensiun.[1]

Pemensiunan pegawai tidak seluruhnya sama dengan pemberhentian pegawai. Memang ada persamaan diantara keduanya, yaitu pemutusan hubungan kerja karena sesuatu sebab tertentu. Pada pemensiunan sebagaimana pada pemberhentian, terdapat juga soal ganti rugi, meskipun sifatnya lain dari pada ganti rugi pada pemberhentian.Ganti rugi pada pemberhentian bersifat sekali saja, sedangkan ganti rugi pada pemensiunan lebih tepat disebut jaminan hari tua bersifat pembayaran berulang-ulang. Baca lebih lanjut

Idul Qurban dan Keshalehan Sosial

8 Jul

Oleh; Achmad Rozi El Eroy

Bulan Dzulhijjah merupakan bulan bersejarah bagi umat Islam. Pasalnya, di bulan ini kaum muslimin dari berbagai belahan dunia melaksanakan rukun Islam yang kelima. Ibadah haji adalah ritual ibadah yang mengajarkan persamaan di antara sesama. Dengannya, Islam tampak sebagai agama yang tidak mengenal status sosial. Kaya, miskin, pejabat, rakyat, kulit hitam ataupun kulit putih semua memakai pakaian yang sama. Bersama-sama melakukan aktivitas yang sama pula yakni manasik haji. Selain ibadah haji, pada bulan ini umat Islam merayakan hari raya Idul Adha. Lantunan takbir diiringi tabuhan bedug menggema menambah semaraknya hari raya. Suara takbir bersahut-sahutan mengajak kita untuk sejenak melakukan refleksi bahwa tidak ada yang agung, tidak ada yang layak untuk disembah kecuali Allah Subhanahu Wata’ala Baca lebih lanjut

Pembangunan Untuk Rakyat

7 Jul

Oleh : Asep Koswara, M.Si

Direktur Kajian Politik The Sultan Center

Keputusan Walikota Cilegon mengenai pembatalan program penyertaan modal dari PNS untuk pembangunan pelabuhan kubang sari. Menurut hemat penulis sangat tepat dan bijaksana. Bagaimana tidak, dilihat dari aspek etis dan politis pemotongan gaji tunjangan PNS sangatlah tidak populer dimata rakyat. Dan jika terus dipaksakan akan melahirkan gejolak di tengah masyarakat.

Kejadian ini seyogyanya menjadi perhatian semua pihak, bukan hanya pemerintah karena masalah pembangunan merupakan tanggung jawab bersama. Tidak bijak jika kita hanya dapat berteriak dan memojokan pemerintah apalagi cenderung mempolitisir. Namun lebih tidak terpuji lagi apabila pemerintah pun demi pembangunan merugikan dan mengorbankan kepentingan rakyat.

Sekedar mengingatkan, berdirinya Kota Cilegon yang diresmikan pada Tanggal 27 April 1999 merupakan bentuk nyata dari suatu perjuangan masyarakat. Dengan Motto Akur Sedulur Jujur Adil Makmur, seyogyanya pemerintah menempatkan keadilan social dan kesejahteraan rakyatnya sebagai tujuan akhir dari proses pembangunan.

Jika menafsir motto di atas, pada hakikatnya pembangunan di Cilegon harus bersifat inklusif, menjangkau dan mengangkat derajat seluruh lapisan masyarakat. Masyarakat Cilegon harus maju dan makmur bersama, tidak boleh maju dan makmur sendiri-sendiri apalagi segelintir orang. Jika kesatuan dan persatuan masyarakat Cilegon diibaratkan sedulur, maka kekuatannya adalah pada ikatan persaudaraan dan kebersamaan. Baca lebih lanjut

Indikator Pembangunan Daerah

6 Jul

Pendahuluan

Pengalaman menunjukkan bahwa diberbagai negara bahwa ada salah satu syarat yang diperlukan untuk menunjukkan tingginya tingkat keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemerintah yaitu dimulai dari mantapnya pemahaman dari para aparat terkait tentang makna indikator-indikator dan variable-variabel pembangunan serta pengertian kebijaksanaan yang diterapkan oleh pemerintah pusat dan daerah, dimana kedua kebijaksanaan tersebut harus saling melengkapi ataukan searah. Pemahaman yang memadai tentang indikator pembangunan daerah ini akan mengakibatkan semakin terarahnya pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan dan semakin tingginya responsi masyarakat dalam menyukseskan dan mencapai sasaran yang telah ditargetkan.Hal ini saya anggap perlu mendapatkan perhatian terutama dari pihak-pihak pengambilan keputusan, mengingat proses panjang perjalanan bangsa ini untuk mengisi kemerdekaan harus mendapatkan perhatian dari kita semua. Persentase keberadaan Bangsa Indonesia belum beranjak dari starting point pada masa kita memproklamirkan kemerdekaan. Baca lebih lanjut