Arsip | September, 2010

Miliaran Rupiah untuk Kunker DPRD

21 Sep

Sumber : Radar Banten 21/09/2010

Di DPRD Kota Serang anggaran kunker sebesar Rp 1,885 miliar, di DPRD Kota Cilegon Rp 2,3 miliar sementara di DPRD Tangerang Selatan ada anggaran Rp 12 miliar untuk mendukung kegiatan Dewan yang belum terakomodasi dalam APBD.
Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kota Serang Hari Pamungkas mengungkapkan, anggaran untuk perjalanan dinas luar daerah bagi 45 anggota DPRD Kota Serang dianggarkan Rp 1,885 miliar pada APBD Kota Serang 2010. “Anggaran kunker itu untuk pembahasan raperda. Dalam APBD murni, setidaknya ada 10 raperda yang dibahas,” ujar Hari saat ditemui, Senin (20/9). Baca lebih lanjut

Menuju Kepemimpinan Transformasional

15 Sep

Oleh : Dr. Bima Arya Sugiarto *)

Salah satu parameter untuk mengukur kualitas demokratisasi adalah sirkulasi kepemimpinan politik yang lancar dengan sokongan kaderisasi kepemimpinan yang melembaga. Kontestasi politik pada sistem demokrasi liberal semestinya dikawal oleh ketersediaan jalur-jalur kaderisasi kepemimpinan yang mampu memunculkan kader-kader pemimpin politik yang handal.

Para Pemimpin Masa Depan ?

Ada indikasi yang sangat kuat bahwa reformasi di tingkat kelembagaan dan prosedural yang telah digulirkan selama hampir satu dasawarsa di negeri ini, nyaris tidak disertai dengan perbaikan yang signifikan pada jalur kaderisasi kepemimpinan politik. Publik seolah masih dipaksa untuk memberikan ruang di panggung politik bagi aktor-aktor lama. Sementara ironisnya, sebagian besar survai yang dilakukan menunjukan kerinduan publik atas tampilnya figur pemimpin alternatif.

Tampilnya politisi-saudagar yang mendominasi panggung utama politik Indonesia juga ternyata belum banyak pengaruhnya bagi modernisasi parpol. Harapan akan terjadinya proses penguatan organisasi parpol di bawah kendali para entrepreneur ini belum sepenuhnya terjadi. Kinerja partai politik justru semakin mengecewakan publik. Partai politik kini cenderung didominasi oleh faksi-faksi politik dengan orientasi yang kuat ke arah pragmatisme. Jika partai politik yang semestinya menjadi institusi inti dalam proses demokratisasi saja sudah bercorak pragamatis, sulit dibayangkan bahwa demokratisasi juga akan diwarnai oleh nilai-nilai dan tradisi berpolitik yang baru. Baca lebih lanjut

Mengenal Tiga Jenis Hati Manusia

13 Sep

Oleh: Edi Muhtarom

The Transformer

Hati secara fisik berarti organ badan berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Kemudian secara psikis, hati bisa bermakna sebagai sesuatu yang terkandung di dalam tubuh dan menjadi tempat segala perasaan batin; senang, sedih, suka, benci, sabar, dendam, rasa pengertian, dsb.

Suasana hati ( mood) itu dapat mempengaruhi perilaku atau penampilan diri. Hati yang senang akan menampakkan keceriaan, hati yang sedih akan menampakkan kemurungan, hati yang benci akan menampakkan kesinisan bahkan bengis, dsb. Di sinilah perlu bimbingan bagi psikis hati. Dienul Islam –yang mengajarkan pola hidup sehat untuk santapan jasmani dan pola hidup takwa sebagai santapan rohani– membagi hati ke dalam tiga jenis. Baca lebih lanjut

Sajak ‘Idul Fitri 1431 H

12 Sep

Adalah kita insan biasa
Telah lahir di alam dunia
Sering sahaja membuat khilaf
Sama-sama berkelana
Sekeping hati dan segunung cabaran
Ada menanti dihujung sana!

Tangan dihulur…maaf dipinta
Lalu lahirlah satu ucapan
Penuh keikhlasan nada kesayuan….
Selamat hari raya idul fitri
Maaf dzahir dan bathin….!

Terdengar laungan takbir yang indah menyerlah
Terkedu isi dada menyerah pasrah
Air-mata berguguran…
Berlutut memohon keampunan…
Pada yang Satu….
Sesama insan.

Apa yang sudah….?
Adalah sebuah kenangan kemanusian
Dan sebuah kehidupan
Mengharapkan pelukan
Dari bayangan kasih sayang dan ampunan
Yang abadi…!

Kepuasan Kerja

5 Sep

Oleh : Achmad Rozi El Eroy

Definisi

Newstrom : mengemukakan bahwa “job satisfaction is the favorableness or unfavorableness with employes view their work”. Kepuasan kerja berarti perasaan mendukung atau tidak mendukung yang dialami pegawai dalam bekerja

Wexley dan Yukl : mengartikan kepuasan kerja sebagai “the way an employee feels about his or her job”. Artinya bahwa kepuasan kerja adalah cara pegawai merasakan dirinya atau pekerjaannya. dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah perasaan yang menyokong atau tidak menyokong dalam diri pegawai yang berhubungan dengan pekerjaan maupun kondisi dirinya. Perasaan yang berhubungan dengan pekerjaan melibatkan aspek-aspek seperti upaya, kesempatan pengembangan karir, hubungan dengan pegawai lain, penempatan kerja, dan struktur organisasi. Sementara itu, perasaan yang berhubungan dengan dirinya antara lain berupa umur, kondisi kesehatan, kemampuan dan pendidikan. Baca lebih lanjut