Miliaran Rupiah untuk Kunker DPRD

21 Sep

Sumber : Radar Banten 21/09/2010

Di DPRD Kota Serang anggaran kunker sebesar Rp 1,885 miliar, di DPRD Kota Cilegon Rp 2,3 miliar sementara di DPRD Tangerang Selatan ada anggaran Rp 12 miliar untuk mendukung kegiatan Dewan yang belum terakomodasi dalam APBD.
Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kota Serang Hari Pamungkas mengungkapkan, anggaran untuk perjalanan dinas luar daerah bagi 45 anggota DPRD Kota Serang dianggarkan Rp 1,885 miliar pada APBD Kota Serang 2010. “Anggaran kunker itu untuk pembahasan raperda. Dalam APBD murni, setidaknya ada 10 raperda yang dibahas,” ujar Hari saat ditemui, Senin (20/9).
Namun, Hari tidak mengetahui secara pasti, anggaran tersebut digunakan untuk kunker daerah mana saja. Selain perjalanan dinas ke luar daerah, DPRD juga mempunyai anggaran perjalanan dinas dalam kota.
Apabila dibandingkan dengan eksekutif, anggaran kunker anggota DPRD lebih besar. Untuk perjalanan dinas dalam kota Bagian Setda Pemkot Serang, anggaran yang disediakan yakni Rp 1,481 miliar. Anggaran tersebut termasuk untuk Walikota dan Wakil Walikota Serang. Sedangkan, anggaran untuk perjalanan dinas dalam kota bagi Walikota dan Wakil Walikota yakni sebesar Rp 85 juta.

DPRD CILEGON
Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Cilegon Septo Kalnadi mengatakan, berdasarkan dokumen pelaksana anggaran (DPA) selama 2010 dijadwalkan anggota DPRD Cilegon akan melaksanakan kunker ke 15 hingga 18 kota. Total anggaran yang disiapkan Rp 2,3 miliar. “Jumlah tersebut terdiri dari Rp 1,8 miliar untuk perjalanan dinas berupa kunjungan kerja dan Rp 500 juta untuk perjalanan dinas lain,” katanya.
Dalam setiap kunjungan kerja ke luar daerah DPPKD mengucurkan Rp 70 juta untuk berbagai keperluan anggota Dewan termasuk uang perjalanan dinas kepada tiap anggota Dewan sebesar Rp 650 ribu per orang. “Sampai sekarang hampir Rp 260 juta lebih sudah terserap,” ungkapnya.
Sekretaris DPRD Cilegon Unin Sutaryadi saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui pasti anggaran kunker Dewan. “Ya mungkin segitu (Rp 2,3 miliar) karena acuan tahun kemarin pun segitu,” ucapnya.
Sementara Sekretaris DPRD Pandeglang Cecep Djuanda mengatakan per tahun menganggarkan Rp 980 juta untuk kegiatan 50 anggota Dewan, termasuk di antaranya kunjungan kerja. “Yang Rp 980 juta itu dana kegiatan secara global, kalau rincinya saya tidak tahu,” tukasnya saat ditemui Senin (20/9).
Ia memaparkan, dana itu dipergunakan untuk kunjungan kerja, bintek, reses, rakor, dan kegiatan pansus. Tahun ini, DPRD Pandeglang sudah melaksanakan kunjungan kerja ke beberapa daerah di antaranya kunjungan kerja dalam rangka pansus pendidikan ke Tangerang, pansus pemekaran ke Banjar, Ciamis, pansus LKPJ ke Sukabumi, dan pansus perda ke Kabupaten dan Kota Tangerang. “Saat ini dari Rp 980 juta sudah terserap sekitar 70 persen,” terangnya.

TANGSEL
Anggaran kunjungan kerja DPRD Kota Tangerang Selatan per orang Rp 800 ribu perhari. Sedangkan untuk biaya transport dan penginapan disesuaikan dengan harga tiket pesawat dan hotel. “Untuk transportasi dan penginapan itu at cost,” kata Nurul, Humas Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Tangsel.
Mengenai anggaran keseluruhan untuk kunjungan kerja, Nurul mengaku tidak mengetahuinya secara terinci karena disusun oleh Bagian Persidangan Setwan DPRD Kota Tangsel.
Sementara Kasubag Persidangan Setwan DPRD Kota Tangsel Saduni saat diminta perincian anggaran belanja menyatakan tidak bisa memberikan dengan alasan sudah diserahkan ke DPRD Kota Tangsel. “Kita sudah serahkan sesuai dengan program ke DPRD Kota Tangsel. Kita tidak berwenang untuk memberikan rincian ke Anda. Silakan tanyakan ke Dewan langsung,” ucapnya.Ketua Komisi C Bidang Anggaran Sudarso mengatakan, APBDP sudah disahkan tapi belum menerima APBDP tersebut. Sudarso menjelaskan, DPRD bekerja berdasarkan hari orang kerja (HOK) yang diatur oleh setwan.
“Baik komisi atau pansus untuk kunjungan kerja ada HOK-nya apakah luar kota, Jawa atau luar Jawa. Kita hanya pengguna anggaran dan ada alokasinya,” ucapnya.Berdasarkan data yang diperoleh Radar Banten, dalam APBDP Kota Tangsel yang mencapai Rp 135.614.065.989,61 disediakan anggaran sebesar Rp 12.100.000.000,00 untuk tambahan belanja kegiatan DPRD yang belum terakomodasi pada APBD tanpa menyebutkan rincian kegiatan.
LEBAK MINIM
Anggaran kunker DPRD Lebak cukup minim. Hal itu tampak dari anggaran reses anggota Dewan yang hanya Rp 1,2 juta /orang untuk 6 enam hari. Sedangkan, anggaran reses periode kedua yang dilakukan pada 7-16 September 2010 meningkat menjadi Rp 1,8 juta /orang.
“Tidak ada lagi anggaran kunjungan kerja bagi anggota DPRD. Bahkan, selama satu tahun kerja mereka tidak pernah melakukan studi banding ke luar daerah. Lantaran, tidak ada anggaran untuk itu,” kata Sekretaris DPRD Erie Rahmat ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/9).
Menurutnya, 50 anggota DPRD mengeluhkan minimnya anggaran untuk wakil rakyat. “Kami akan upayakan agar tahun depan ada agenda kunker ke luar daerah. Selain itu, anggaran reses anggota DPRD juga diharapkan meningkat sehingga mereka dapat maksimal ketika menyerap aspirasi dari masyarakat,” terangnya.
Kata Erie, dalam pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda), Dewan tidak pernah melakukan studi banding ke luar daerah. “Pada saat pembuatan 4 Raperda Pajak mereka melakukan konsultasi ke Menteri Keuangan. Selama satu tahun, hanya itu saja Dewan Lebak kunker ke luar daerah,” tutur Erie.(air-nna-mg05-mg6/alt)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: