Social Entrepreneur

10 Nov

Dalam derap menggapai tatanan masyarakat yang makmur nan sejahtera, peranan para social entrepeneur tampaknya kian diperlukan. Lalu apa makna dari social entrepreneur itu? Istilah ini merujuk pada individu-individu yang inovatif, memiliki kecerdasan sosial yang kental, dan kemudian mendayagunakan segenap energi dan ketrampilan yang dimilikinya untuk memberikan yang terbaik demi kepentingan masyarakat luas.

Berbeda dengan business entrepreneur yang berfokus pada motif ekonomi, barisan social entrepreneur adalah mereka yang berjuang merajut hidup demi dan atas nama kemaslahatan sosial. Mereka berikhtiar membentangkan serangkaian tindakan untuk membantu penciptaan masyarakat sosial yang makmur dan bermartabat.

Saya beruntung sebab setiap kali mudik lebaran ke kampung halaman, saya bisa menyaksikan bagaimana barisan para social entrepreneurs itu menjalankan kiprah dan mendemonstrasikan prestasinya.

Setiap tahun menjelang lebaran, saya memang pulang ke kampung halaman saya : sebuah desa kecil yang bernama desa Pekajangan, 9 kilometer arah selatan kota batik Pekalongan. Saya lahir dan menghabiskan masa kecil hingga lulus SLTA di desa udik ini; sebab itulah tradisi dan kultur desa itu memberikan jejak yang amat kuat bagi jagat pemikiran saya hingga kelak jauh didepan.

Desa itu sendiri dihuni oleh mayoritas penduduk yang berwatak progresif, kosmopolit (orang desa namun concern dengan isu-isu global), dan selalu rindu dengan social transformation. Rata-rata penduduknya juga memiliki usaha sendiri, mayoritas menjadi produsen batik (desa ini merupakan sentra pemasok batik terbesar di tanah air; so thanks to UNESCO yang sudah menetapkan batik sebagai warisan budaya nusantara).

Dan ini dia : segenap individunya yang telah mapan secara finansial itu juga rata-rata memiliki talenta social entreneurship yang kokoh. Demikianlah, bersama-sama mereka kemudian membangun menggerakkan desanya. Dalam hal ini, mereka berkiprah melalui payung organisasi sosial keagamaan Muhammadiyah (sebuah organisasi yang juga sangat lekat dengan sejarah pertumbuhan desa ini).

Begitulah barisan para social entrepreneur itu – melalui organisasi Muhammadiyah tingkat desa – kemudian mendayagunakan segenap daya kreativitasnya untuk melentingkan sebuah peradaban desa yang unggul nan mulia. Hasilnya saya kira sungguh mengesankan.

Desa itu kini memiliki rumah sakit dengan fasilitas yang lengkap dengan tingkat pelayanan bermutu prima (and imagine, this happens in just a little village). Desa itu kini juga memiliki Sekolah Tinggi Perawat, dengan gedung kampus yang desain arsitekturnya membuat saya tertegun-tegun (ketika tempo hari mudik dan melintas di depan kampus mereka, saya sungguh kaget campur bangga, tak menyangka bahwa desa kecil ini bisa membangun gedung kampus yang sedemikian elok nan menjulang). Desa ini juga memilki lembaga keuangan mikro yang terus bergerak maju dengan jumlah pelanggan yang terus tumbuh.

Yang membuat semuanya indah adalah ini : segenap prestasi diatas digerakkan pertama-tama oleh motif sosial nan mulia dari para social entrepreneur yang brilian itu. Sebab itulah, setiap profit yang dihasilkan oleh beragam usaha diatas, selalu 100 % dikembalikan lagi untuk kemaslahatan masyarakat desa tersebut.

Kisah para social entrepreneurs di desa Pekajangan ini rasanya telah memberikan pelajaran penting bagi negeri ini dan juga bagi dunia : yakni perjuangan sosial yang dibalut dengan prinsip manajemen modern dan spirit social entrepreneurship bisa menghasilkan kontribusi yang sangat positif bagi kemajuan masyarakat.

Dengan kata lain, sebuah tindakan sosial yang luhur akan memberikan daya magis yang kuat jika ia digerakkan oleh kreativitas dari barisan social entrepreneurs yang tangguh.

Demikianlah, para social entrepreneurs di desa Pekajangan itu selalu berjuang menganyam gagasan dan merajut inovasi demi tumbuhnya masyarakat sosial yang maju nan sejahtera. Dan setiap tahun, setiap kali saya mudik, saya selalu melihat bagaimana inovasi itu diwujudkan dalam serangkaian prestasi yang mengesankan.

Dan saya kira itulah yang membuat saya selalu rindu untuk pulang ke kampung halaman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: