Arsip | Kepemimpinan RSS feed for this section

Kemiskinan lagi

21 Apr

Achmad Rozi El Eroy

Kemiskinan merupakan masalah fenomenal sepanjang sejarah Indonesia, sejarah sebuah negara yang salah memandang dan mengurus kemiskinan. Kemiskinan adalah kelaparan. Kemiskinan berarti ketiadaan rumah, jika sakit tidak dapat berobat ke dokter, tidak dapat bersekolah dan tidak tahu baca-tulis, tidak punya pekerjaan, khawatir tentang masa depan dan hidup hanya untuk hari ini, kehilangan anak karena sakit yang disebabkan oleh ketiadaan sarana dan prasarana kesehatan, tidak punya daya dan kehilangan jati diri dan kebebasan. Dengan kata lain, kemiskinan memiliki banyak wajah, terubah dari waktu ke waktu dan dapat dipaparkan dengan berbagai cara. Tetapi yang sudah pasti “poverty is a situation people want to escape”.

Kemiskinan menjadi alasan yang sempurna rendahnya Human Development Index (HDI), Indeks Pembangunan Manusia Indonesia. Secara menyeluruh kualitas manusia Indonesia relatif masih sangat rendah dibandingkan dengan kualitas manusia di negara-negara lain di dunia. Berdasarkan Human Development Report 2004, angka Human Development Index (HDI) Indonesia tahun 2002 adalah 0,692. Angka indeks tersebut merupakan komposit dari angka harapan hidup saat lahir sebesar 66,6 tahun, angka melek aksara penduduk usia 15 tahun ke atas sebesar 87,9 persen, kombinasi angka partisipasi kasar jenjang pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi sebesar 65 persen, dan Pendapatan Domestik Bruto per kapita yang dihitung berdasarkan paritas daya beli (purchasing power parity) sebesar US$ 3.230. HDI Indonesia hanya menempati urutan ke-111 dari 177 negara.

Rumah Anti Kebohongan

19 Jan

JAKARTA, KOMPAS.com — Para tokoh agama yang terhimpun dalam Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan meyakini bahwa pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana, Senin lalu, bukanlah akhir dari komitmen mereka untuk tetap menyuarakan nurani masyarakat bawah (grass roots).

Sebagai langkah lanjutan, tokoh lintas agama ini memutuskan untuk mendeklarasikan dan membuka Rumah Pengaduan Kebohongan Publik. Langkah ini dilakukan untuk menyosialisasikan sekaligus menjaring data kebohongan pemerintah dari masyarakat luas.

Demikian dikatakan Executive Director Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq dalam konferensi pers deklarasi Rumah Pengaduan Kebohongan Publik oleh Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan, Rabu (19/1/2011) di Jakarta.

“Rumah Pengaduan Kebohongan Publik ini dibuat untuk dapat membuka kanal-kanal aduan masyarakat sebagai aspirasi publik dan mencoba menjawab keresahan-keresahan masyarakat,” kata Fajar.

Rumah pengaduan akan dibuka di kantor/sekretariat organisasi sipil yang tergabung dalam Badan Pekerja Gerakan Tokoh Lintas Agama Melawan Kebohongan Publik.

Sampai saat ini di Jakarta sudah terdaftar 18 Rumah Pengaduan Kebohongan Publik. “Jumlah ini dipastikan akan terus bertambah. Dalam waktu dekat ini, yakni Rabu (26/1/2011), Yogyakarta akan melakukan deklarasi pembukaan Rumah Pengaduan Kebohongan Publik,” lanjut Fajar.

Selain Yogyakarta, kota-kota lain, seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Selatan, akan menyusul. Badan Pekerja mengundang semua elemen masyarakat sipil di seluruh Indonesia turut serta dalam gerakan ini dengan berinisiatif membuka rumah-rumah pengaduan.

Masyarakat yang ingin menyumbang aduan ataupun aspirasi dapat melayangkan surat atau aduan langsung ke Maarif Instutute, Jalan Tebet Barat Dalam II Nomor 6, Tebet, Jakarta Selatan 12810, telepon 021-83794554 atau dapat melalui e-mail maarif@maarifinstitute.

Miliaran Rupiah untuk Kunker DPRD

21 Sep

Sumber : Radar Banten 21/09/2010

Di DPRD Kota Serang anggaran kunker sebesar Rp 1,885 miliar, di DPRD Kota Cilegon Rp 2,3 miliar sementara di DPRD Tangerang Selatan ada anggaran Rp 12 miliar untuk mendukung kegiatan Dewan yang belum terakomodasi dalam APBD.
Kepala Bidang Anggaran Dinas Pengelola Keuangan Daerah (DPKD) Kota Serang Hari Pamungkas mengungkapkan, anggaran untuk perjalanan dinas luar daerah bagi 45 anggota DPRD Kota Serang dianggarkan Rp 1,885 miliar pada APBD Kota Serang 2010. “Anggaran kunker itu untuk pembahasan raperda. Dalam APBD murni, setidaknya ada 10 raperda yang dibahas,” ujar Hari saat ditemui, Senin (20/9). Baca lebih lanjut

Menuju Kepemimpinan Transformasional

15 Sep

Oleh : Dr. Bima Arya Sugiarto *)

Salah satu parameter untuk mengukur kualitas demokratisasi adalah sirkulasi kepemimpinan politik yang lancar dengan sokongan kaderisasi kepemimpinan yang melembaga. Kontestasi politik pada sistem demokrasi liberal semestinya dikawal oleh ketersediaan jalur-jalur kaderisasi kepemimpinan yang mampu memunculkan kader-kader pemimpin politik yang handal.

Para Pemimpin Masa Depan ?

Ada indikasi yang sangat kuat bahwa reformasi di tingkat kelembagaan dan prosedural yang telah digulirkan selama hampir satu dasawarsa di negeri ini, nyaris tidak disertai dengan perbaikan yang signifikan pada jalur kaderisasi kepemimpinan politik. Publik seolah masih dipaksa untuk memberikan ruang di panggung politik bagi aktor-aktor lama. Sementara ironisnya, sebagian besar survai yang dilakukan menunjukan kerinduan publik atas tampilnya figur pemimpin alternatif.

Tampilnya politisi-saudagar yang mendominasi panggung utama politik Indonesia juga ternyata belum banyak pengaruhnya bagi modernisasi parpol. Harapan akan terjadinya proses penguatan organisasi parpol di bawah kendali para entrepreneur ini belum sepenuhnya terjadi. Kinerja partai politik justru semakin mengecewakan publik. Partai politik kini cenderung didominasi oleh faksi-faksi politik dengan orientasi yang kuat ke arah pragmatisme. Jika partai politik yang semestinya menjadi institusi inti dalam proses demokratisasi saja sudah bercorak pragamatis, sulit dibayangkan bahwa demokratisasi juga akan diwarnai oleh nilai-nilai dan tradisi berpolitik yang baru. Baca lebih lanjut

Mengenal Tiga Jenis Hati Manusia

13 Sep

Oleh: Edi Muhtarom

The Transformer

Hati secara fisik berarti organ badan berwarna kemerah-merahan di bagian kanan atas rongga perut. Gunanya untuk mengambil sari-sari makanan di dalam darah dan menghasilkan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak. Selama sari makanan yang diserapnya sehat, akan sehat pula fisik hati itu. Kemudian secara psikis, hati bisa bermakna sebagai sesuatu yang terkandung di dalam tubuh dan menjadi tempat segala perasaan batin; senang, sedih, suka, benci, sabar, dendam, rasa pengertian, dsb.

Suasana hati ( mood) itu dapat mempengaruhi perilaku atau penampilan diri. Hati yang senang akan menampakkan keceriaan, hati yang sedih akan menampakkan kemurungan, hati yang benci akan menampakkan kesinisan bahkan bengis, dsb. Di sinilah perlu bimbingan bagi psikis hati. Dienul Islam –yang mengajarkan pola hidup sehat untuk santapan jasmani dan pola hidup takwa sebagai santapan rohani– membagi hati ke dalam tiga jenis. Baca lebih lanjut