Tugas


13 Tanggapan to “Tugas”

  1. lendrafida Juli 19, 2010 pada 5:45 pm #

    U.T.S KULIAH MANAJEMENT PEMASARAN I. AL-KHAIRIYAH-CILEGON
    Nama : LENDRAFIDA
    No. Mahasiswa: 200802540
    Semester : VI / Eksekutif
    Dosen : A.Rozi El Eroy SE, MM

    SOAL :

    1. A.) Jelaskan Difinisi pengertian Pemasaran ?
    Jawab : ?
    “ Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain .”
    Kegiatan pemasaran tidak dapat dipisahkan dari seluruh rangkaian kegiatan usaha perusahaan karena didalamnya terdapat banyak bagian-bagian yang harus dimengerti dan dilaksanakan khususnya oleh seorang pemasar/lembaga pemasaran. Sedangkan pengertian menurut William J. Stanton (1993:7) yaitu :
    “ Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang-barang yang dapat memuaskan keinginan dan jasa baik kepada konsumen saat ini maupun konsumen potensial “.
    b). Pengertian Manajement Pemasaran dan Pemasar ?
    Jawab : ?
    Pemasaran umumnya dilihat sebagai tugas menciptakan mempromosikan, serta menyerahkan barang dan jasa ke konsumen dan perusahaan lain. Pemasaran ang efektif dapat dilakukan melalui banyak bentuk. Bisa berbentuk entrepreneurial, terformulasi, atau intrepreneurial; dan pemasaran memasarkan banyak jenis entitas: barang, jasa, pengalaman, acara khusus (event), orang, tempat, kepemilikan, organisasi, informasi, gagasan.
    Para pemasar merupakan orang-orang yang terampil dalam mengelola permintaan: Mereka berusaha untuk mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan. Untuk melakukan itu, mereka menghadapi sekelompok keputusan, mulai dari yang besar seperti ciri apa yang seharusnya dimiliki sebuah produk sampai ke hal yang kecil seperti warna kemasan, Mereka juga beroperasi dalam empat pasar yang berbeda: pelanggan, perusahaan, global, dan nirlaba.
    Bagi tiap-tiap pasar sasaran yang dipilih, perusahaan mengembangkan tawaran pasar yang diposisikan dalam pikiran pembeli sebagai memberikan beberapa manfaat tertentu. Para pemasar harus memahami kebutuhan, keinginan, dan permintaan pasar sasaran: Produk atau tawaran akan berhasil jika memberikan nilai dan kepuasan kepada pembeli sasaran. Istilah pasar meliputi berbagai pengelompokkan pelanggan. Dewasa ini ada tempat pasar fisik dan ada ruang-pasar digital, serta ada pula pasar mega (megamarket).
    Pertukaran adalah mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai imbalan. Transaksi adalah perdagangan nilai antara dua atau lebih pihak: Yang mencakup sekurang-kurangnya dua hal yang berharga, persyaratan yang disepakati satu kesepakatan, dan tempat kesepakatan. Dalam pengertian yang paling umum, pemasar harus berusaha keras mendapatkan tanggapan pihak lain yang berwujud perilaku: pembelian, pemberian suara, keanggotaan aktif keikutsertaan dalam aktivitas kepedulian.
    Pemasaran relasional mempunyai sasaran membangun hubungan jangka panjang yang saling memuaskan dengan pihak-pihak utama-pelanggan, pemasok, distributor–supaya bisa memperoleh dan mempertahankan kelebih-sukaan (preferensi) dan bisnis jangka panjang mereka, Hasil terkhir dari pemasaran relasional adalah pembentukan aset perusahaan yang unik dan disebut jaringan pemasaran.
    Para pemasar mencapai pasar melalui berbagai saluran komunikasi, distribusi, dan penjualan. Para pemasar beroperasi di lingkungan tugas dan di lingkungan luas. Mereka menghadapi persaingan tawaran dan barang pengganti dari pesaing yang aktual dan potensial. Perangkat alat yang digunakan oleh pemasar untuk mendapatkan tanggapan yang diinginkan dari pasar sasaran mereka disebut bauran pemasaran.
    Ada enam konsep yang bersaing yang digunakan oleh organisasi untuk memilih cara berbisnis yang mereka lakukan: konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pelanggan, dan konsep pemasaran masyarakat. Tiga konsep pertama mempunya manfaat yang terbatas dewasa ini. Konsep pemasaran menegaskan bahwa kunci untuk mencapai sasaran organisasi adalah menentukan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing. Konsep itu dimulai dengan pasar yang didefinisikan dengan baik, berfokus pada kebutuhan pelanggan, mengkoordinasikan semua kegiatan yang akan mempengaruhi pelanggan, dan menghasilkan laba dengan cara memuaskan pelanggan, Konsep pelanggan memenuhi kebutuhan individual para pelanggan spesifik dan bertujuan membangun kesetiaan dan nilai selama masa hidup pelanggan.
    Konsep pemasaran masyarakat menegaskan bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan, dan kepentingan pasar sasaran dan memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan pesaing, melalui cara yang dapat mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat. Konsep itu menuntut pemasar untuk menyeimbangkan tiga pertimbangan: laba perusahaan, pemuas keinginan konsumen, dan kepentingan publik.
    Kemajuan teknologi baru dan kekuatan pasar baru menciptakan perekonomian baru. Perusahaan dan pemasar perlu menambah alat dan praktik baru jika mereka mengharapkan keberhasilan.
    Empat pendorong khusus perekonomian baru adalah digitalisasi dan konektivitas, disintermediasi dan reintermediasi, kustomisasi dan kustomerisasi, dan konvergensi industri. Digitalisasi secara khusus memperkenalkan kapabiliatas baru yang menggembirakan bagi konsumen dan dunia bisnis.
    Perekonomian baru menggeser beberapa praktik bisnis perekonomian lama menuju ke pengorganisasian berdasarkan segmen pelanggan (bukannya hanya berdasarkan produk). Berfokus pada nilai masa hidup pelanggan (bukan pada transakai). Berfokus pada para pemercaya (dan bukan hanya pada pemegang saham), membuat semua orang melakukan pamasaran, membangun merek melalui perilaku (bukannya iklan), berfokus pada mempertahankan pelanggan (sebanyak memperoleh pelanggan), mengukur kepuasan pelanggan, dan menyedikitkan janji tetapi memberikan lebih banyak.
    Perusahaan mengadapi banyak pertanyaan dalam mengadopsi e-marketing (pemasar elektronik). Tiga dari antaranya adalah mengetahui cara merancang situs web yang menarik, mengetahui cara beriklan pada web, dan mengetahui cara menyusun model pendapatan dan laba yang sehat bagi bisnis dot com mereka.
    Perusahan juga menjadi terampil dalam Manajemen Relasioal Pelanggan(CRM: Customer Relationship Management), yang berfokus pada memenuhi kebutuhan individual para pelanggan yang penting. Keterampilan menuntut pembentukan basis data pelanggan dan melakukan penggalian data untuk melacak tren, segmen dan kebutuhan individual.
    Pelanggan berperilaku guna memaksimumkan nilai. Mereka membentuk harapan akan nilai dan bertindak berdasarkan harapan itu. Pembeli akan membeli dari perusahaan yang mereka anggap menawarkan nilai bagi pelanggan (customer delivered value) tertinggi, yang didefiniskan sebagai selisih antara nilai pelanggan total dan biaya pelanggan total.
    Kepuasan pembeli merupakan fungsi dari kinerja yang dianggap ada pada produk dan harapan pembeli. Karena menyadari bahwa kepuasan yang tinggi menyebabkan kesetiaan pelanggan yang tinggi, banyak perusahaan kini mengarah ke TCS–Total Customer Satisfaction (Kepuasan Pelanggan Total). Bagi perusahaan tersebut, kepuasan pelanggan merupakan sasaran sekaligus alat pemasaran.
    Perusahaan yang kuat mengembangkan kapabilitas/kecakapan guna mengelola proses bisnis inti: merealisasi produk baru, mengelola sediaan, mencari dan mempertahankan pelanggan. Mengelola proses-proses inti itu secara efektif berarti mencipatkan jaringan kerja pemasaran yang melalui jaringan itu perusahaan bekerja sama secara erat dengan semua pihak didalam rantai produksi dan distribusi, dari pemasok bahan baku sampai distributor pengecer. Perusahaan-perusahaan tidak lagi bersaing-yang bersaing kini adalah jaringan–jaringan pemasaran.
    Kehilangan pelanggan yang mampu menghasilkan laba dapat berdampak pada laba perusahaan secara dramatis. Biaya menarik pelanggan baru diperkirakan sebesar lima kali lipat biaya menyenangkan pelanggan yang ada. Kunci untuk mempertahankan pelanggan adalah pemasaran relasional. Untuk senantiasa menyenangkan pelanggan, para pemasar dapat menambakan manfaat keuangan dan sosial ke produk, atau menciptakan ikatan struktural antara perusahaan dan para pelanggannya.
    Mutu adalah keseluruhan fitur dan sifat produk atau pelayanan yang mempengaruhi kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan maupun yang tersirat. Perusahaan-perusahaan masa kini tidak mempunyai pilihan selain melakukan program manajemen mutu total jika mereka ingin mempertahankan solvabilitas dan profitabilitasnya. Mutu total adalah kunci untuk penciptaan nilai dan kepuasan pelanggan.
    Diperusahaan yang berpusat pada mutu, para manajer pemasaran mempunyai dua tanggung jawab. Pertama, mereka harus berpartisipasi guna merumuskan strategi dan kebijakan yang dirancang untuk membantu perusahan supaya unggul dalam persaingan melalui kehebatan mutu total. Kedua, mereka harus memberikan mutu pemasaran selain mutu produksi. Tiap-tiap kegiatan pemasaran–penelitian pemasaran, pelatihan penjualan, periklanan, pelayanan pelanggan, dan sebagainya–harus dilaksanakan dengan standar yang tinggi.

    2. Apakah arti Konsep Penjualan, Pemasaran dan
    Pemasaran Sosial dalam Filosofi Pemasaran….???
    Jawab:
    A. Pengertian Pemasaran Menurut WY. Stanton
    Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
    B. Pengertian Pemasaran Menurut H. Nystrom
    Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen.
    C. Pengertian Pemasaran Menurut Philip dan Duncan
    Pemasaran yaitu sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat tangible ke tangan konsumen.
    D. Pengertian Pemasaran Menurut Asosiasi Pemasaran Amerika Serikat / American Merketing Association
    Pemasaran adalah : pelaksanaan kegiatan usaha pedagangan yang diarahkan pada aliran barang dan jasa dari produsen ke konsumen.

    A. Pengertian Pemasaran
    Ada beberapa definisi mengenai pemasaran diantaranya adalah :
    a. Philip Kotler (Marketing) pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
    b. Menurut Philip Kotler dan Amstrong pemasaran adalah sebagai suatu proses sosial dan managerial yang membuat individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan lewat penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai dengan orang lain.
    c. Pemasaran adalah suatu sistem total dari kegiatan bisnis yang dirancang untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memuaskan keinginan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan perusahaan.
    d. Menurut W Stanton pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.
    B. Konsep Pemasaran, Penjaualan .???
    Konsep-konsep inti pemasaran meluputi: kebutuhan, keinginan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan kepuasan; pertukaran, transaksi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Kita dapat membedakan antara kebutuhan, keinginan dan permintaan. Kebutuhan adalah suatu keadaan dirasakannya ketiadaan kepuasan dasar tertentu. Keinginan adalah kehendak yang kuat akan pemuas yang spesifik terhadap kebutuhan-kebutuhan yang lebih mendalam. Sedangkan Permintaan adalah keinginan akan produk yang spesifik yang didukung dengan kemampuan dan kesediaan untuk membelinya.
    C. Manajemen Pemasaran
    Manajemen pemasaran berasal dari dua kata yaitu manajemen dan pemasaran. Menurut Kotler dan Armstrong pemasaran adalah analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian dari program-program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan memelihara pertukaran yang menguntungkan dengan pembeli sasaran untuk mencapai tujuan perusahaan. Sedangakan manajemen adalah proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.
    Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah sebagai analisis, perencanaan, penerapan, dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan – tujuan organisasi.
    Kesimpulan :
    Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa manajemen pemasaran adalah sebagai kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat yang tujuannya untuk mendapatkan tempat dipasar agar tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai.

    I. Konsep Pemasaran/ Penjualan
    Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
    Konsep pemasaran yang telah diungkapkan dengan berbagai cara:
    1. Temukan keinginan pasar dan penuhilah.
    2. Buatlah apa yang dapat dijual dan jangan berusaha menjual apa yang dapat dibuat.
    3. Cintailah pelanggan, bukan produk anda.
    4. Lakukanlah menurut cara anda (Burger king)
    5. Andalah yang menentukan (United Airlines)
    6. Melakukan segalanya dalam batas kemampuan untuk menghargai uang pelanggan yang sarat dengan nilai, mutu dan kepuasan (JC. Penney).
    Dalam pemasaran terdapat enam konsep yang merupakan dasar pelaksanaan kegiatan pemasaran suatu organisasi yaitu : konsep produksi, konsep produk, konsep penjualan, konsep pemasaran, konsep pemasaran sosial, dan konsep pemasaran global.
    1. Konsep produksi
    Konsep produksi berpendapat bahwa konsumen akan menyukai produk yang tersedia dimana-mana dan harganya murah. Konsep ini berorientasi pada produksi dengan mengerahkan segenap upaya untuk mencapai efesiensi produk tinggi dan distribusi yang luas. Disini tugas manajemen adalah memproduksi barang sebanyak mungkin, karena konsumen dianggap akan menerima produk yang tersedia secara luas dengan daya beli mereka.
    2. Konsep produk
    Konsep produk mengatakan bahwa konsumen akan menyukai produk yang menawarkan mutu, performansi dan ciri-ciri yang terbaik. Tugas manajemen disini adalah membuat produk berkualitas, karena konsumen dianggap menyukai produk berkualitas tinggi dalam penampilan dengan ciri – ciri terbaik
    3. Konsep penjualan
    Konsep penjualan berpendapat bahwa konsumen, dengan dibiarkan begitu saja, organisasi harus melaksanakan upaya penjualan dan promosi yang agresif.
    4. Konsep pemasaran
    Konsep pemasaran mengatakan bahwa kunsi untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.
    5. Konsep pemasaran sosial
    Konsep pemasaran sosial berpendapat bahwa tugas organisasi adalah menentukan kebutuhan, keinginan dan kepentingan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diharapkan dengan cara yang lebih efektif dan efisien daripasda para pesaing dengan tetap melestarikan atau meningkatkan kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
    6. Konsep Pemasaran Global
    Pada konsep pemasaran global ini, manajer eksekutif berupaya memahami semua faktor- faktor lingkungan yang mempengaruhi pemasaran melalui manajemen strategis yang mantap. tujuan akhirnya adalah berupaya untuk memenuhi keinginan semua pihak yang terlibat dalam perusahaan.

    3. Perencaanaan Pemasaran , Faktor apa sajakah yang harus diperhatikan …???????
    Jawab : Periklanan adalah bagian terpenting dalam strategi pemasaran, bahkan sebelum masa internet, hal ini juga dilakukan di berbagai media cetak seperti koran, majalah, media elektronik seperti televisi, radio, dan email langsung, strategi pemasaran sering kali dapat membangun atau menghancurkan perusahaan.
    Branding akan dapat membantu perusahaan untuk menciptakan identitas untuk perusahaan. Orang-orang mengenal perusahaan dari namanya. Program perencanaan strategi di sisi yang lain dapat membantu perusahaan untuk secara efektif melakukan pemasaran untuk produk-produknya dan layanannya. Perencanaan strategi pemasaran adalah manfaat untuk bisnis anda. Ini akan sangat membantu bisnis anda dengan kehadiran mereka di pasar ini.
    Setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda tentang teknik pemasaran situs web yang paling bagus untuk diterapkan. Tidak ada orang yang dapat memberitahu dengan pasti taktik yang harus dipergunakan, karena banyak orang yang tidak memikirkan taktik yang mereka pergunakan.
    Dengan semakin berkembangnya branding dan strategi, maka hal ini memberikan solusi untuk perusahaan konsultasi untuk dapat memberikan layanan konsultasi ke perusahaan yang terus berjalan. Konsultan multi bidang ini akan membantu perusahaan travel dalam menggambarkan brandingnya dan strategi pemasaran dengan membantu mereka menggunakan sumber daya manusia dan pengetahuan yang mendukung setiap langkah anda.
    Perencanaan strategi pemasaran akan memberikan anda hasil yang konkret. Anda tahu apa yang anda inginkan, sekarang, ini terserah kepada anda cara untuk mencapainya. Strategi pemasaran anda dapat memberikan anda peta perjalanan, atau bahkan ide-ide dan anda akan melihat hasilnya seperti apa.
    Akhirnya, strategi pemasaran untuk bisnis anda akan terlihat efektif dan tepat. Jadi bisnis anda akan mendapatkan nama di pasar. Dan setelah hasilnya terlihat, anda akan memiliki metode untuk mendapatkan hasil yang bagus, mengendalikan aktivitas promosi menggunakannya untuk menghindarkan cara yang tidak perlu.

    4 . Apakah arti dan prilaku Konsumen.???? Sebutkan facktor
    besar dalam pri laku Konsumen…….?????
    Jawab : Perilaku konsumen :
    Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Apa yang dimaksud dengan Perilaku Konsumen?
    Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
    Jawab: Ada 3 buah Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen….. ???? Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :…????
    Jawab:
    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
    1. Faktor kebudayaan
    Faktor kebudayaan meliputi :
    a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
    b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
    c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.
    1. Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas.
    2. Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya.
    3. Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian.
    Dua wujud konsumen
    1. Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk penggunaannya sendiri.
    2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan organisasi tersebut.
    Production concept
    Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien dan distribusi yang intensif.
    Product concept
    Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur yang lengkap.
    Selling concept
    Marketer memiliki tujuan utama yaitu menjual produk yang diputuskan secara sepihak untuk diproduksi.
    Marketing concept
    Perusahaan mengetahui keinginan konsumen melalui riset yang telah dilakukan sebelumnya, kemudian memproduksi produk yang diinginkan konsumen. Konsep ini disebut marketing concept.
    Market segmentation
    Membagi kelompok pasar yang heterogen ke kelompok pasar yang homogen.
    Market targeting
    Memlih satu atau lebih segmen yang mengidentifikasikan perusahaan untuk menentukan.
    Positioning
    Mengembangkan pemikiran yang berbeda untuk barang dan jasa yang ada dalampikiran konsumen.
    Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan berupa relative dan subjektif.
    Kepuasan pelanggan adalah persepsi individu dari performa produk atau jasa dalam hubungannya dengan harapan-harapan.
    Mempertahankan konsumen adalah bagaimana mempertahankan supaya konsumen tetap loyal dengan satu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, hamper dalam semua situasi bisnis, lebih mahal untuk mencari pelanggan baru dibandingkan mempertahankan yang sudah ada.
    Etika pasar dan tanggung jawab social
    Konsep pemasaran social mewajibkan semua pemasar wapada terhadap prinsip tanggung jawab social dalam memasarkan barang atau jasa mereka, oleh sebab itu pemasar harus mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan dari targt pasar mereka. Praktek etika dan tangung jawab social dalah bisnis yang bagus, tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi menghasilkan kesan yang baik.
    Model sederana dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh pelanggan
    – Input stage mempengaruhi pengakuan konsumen dari sebuah kebutuhan produk dan terdiri dari dua (2) sumber informasi, yaitu usaha pemasaran perusahaan dan pengaruh sosiologi dari luar pelanggan.
    – Output stage terdiri dari dua (2) pendekatan yang erat hubungannya dengan aktivitas pengambilan keputusan yang sudah diambil.
    The Traditional Marketing Concept Value and Retention Focused Marketing
    – Hanya membuat sesuatu yang dapat dijual selaindari mencoba untuk menjual apa yang telah dibuat.
    – Jangan memfokuskan kepada produk, fokuskan pada kebutuhan yang memuaskan.
    – Menyesuaikan produk pasar dan jasa dengan konsumen daripada melihat penawaran dari pesaing.
    – Meneliti kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.
    – Mengerti proses perilaku pembelian dan keuntungannya terhadap perilaku konsumen.
    – Segmentasi pasar berdasrkan kebutuhan konsumen dari segi geografi, demografi, psikologi, sosiokultural, gaya hidup dan karakteristik lainnya. o Menggunakan teknologi yang dapat membantu konsumen untuk menyesuaikan diri terhadap apa yang kita buat.
    – Focus pada nilai suatu produk, sebanding dengan kebutuhan yang telah dipuaskan.
    – Memanfaatkan dan mengerti kebutuhan konsumen untuk meningkatkan penawaran yang diterima konsumen lebih baik dari penawaran pesaing.
    – Meneliti tingkat keuntungan disertai dengan bermacam-macam kebutuhan konsumen dan karakteristiknya.
    – Mengerti perilaku konsumen dalam hubungannya dengan produk perusahaan.
    – Menggunakan segmentasi hybrid yang mengkombinasikan sementasi tradisional dengan data pada tingkat pembelian konsumen dan pola penggunaan pada produk.

    5 . Jelaskan Faktor-faktor Internal yang mempengaruhi kegiatan Pemasaran ??????

    Jawab :

    Tak terkendali FAKTOR LINGKUNGAN PASAR
    1. faktor politik:
    Hukum, aturan dan peraturan yang Anda harus mematuhi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai contoh, supermarket tidak diizinkan untuk membuka lebih dari enam jam pada hari Minggu. Penjualan tindakan yang baik tahun 1979, barang yang dijual harus memenuhi tiga kondisi.

    2.Faktor Ekonomi:
    Tingkat pajak dan kredit macet dapat mempengaruhi pemasaran sebagai orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk membeli produk dan akan pergi untuk opsi lebih murah jika memungkinkan. Jika suku bunga terus naik ini akan menaruh beberapa bisnis. Sebagai jumlah penghasilan dan output dari setiap organisasi memiliki peran yang lebih besar dari faktor-faktor ekonomi.

    3. faktor sosiokultural:
    Pilihan pribadi dan gaya hidup, permintaan dari konsumen dapat mempengaruhi pemasaran jika ada terlalu sedikit dari apa yang diinginkan oleh pelanggan dan kebutuhan. menderita parah dari kombinasi pembayaran hipotek lebih tinggi dan biaya kartu kredit, bahan bakar dan tagihan makanan, yang menempatkan tekanan besar pada rumah tangga Inggris.

    4. Faktor Teknologi: teknologi modern dan cepat yang dapat membuat bisnis pemasaran yang lebih efisien, memberikan pilihan lebih lanjut tentang cara mengirim, menerima dan menyimpan informasi.

    5. faktor geografis: Setiap tempat memiliki suasana yang berbeda karena yang Anda tidak dapat pasar setiap produk di setiap tempat. Sebagai contoh di kota-kota di mana Anda tidak dapat menemukan pegunungan Anda tidak dapat pasar peralatan pendakian. Di daerah gurun pakaian renang Anda tidak dapat pasar.
    Internal Pengaruh pada Perilaku Konsumen
    Selain pengaruh eksternal, pengaruh internal yang mempengaruhi pilihan konsumen
    sesuai kebutuhan baik pribadi dan motif, pengalaman, kepribadian dan citra diri,
    dan persepsi dan sikap. Pengaruh faktor internal pasti kurang
    terkenal dari faktor eksternal, faktor internal yang tidak teramati
    dan oleh karena itu tidak terdokumentasi dengan baik dan dipahami.

    KEBUTUHAN PRIBADI DAN motif. perlu didefinisikan sebagai ketiadaan sesuatu
    atau perbedaan antara seseorang yang diinginkan dan negara aktual didefinisikan sebagai keadaan batin seseorang yang mengarahkan individu menuju memuaskan
    a felt need. kebutuhan yang dirasakan. For example, consumers may be hungry and tired (their actual Sebagai contoh, konsumen dapat lapar dan lelah (mereka yang sebenarnya
    state), yet they desire to be well fed and rested (desired state). negara), namun mereka keinginan untuk menjadi cukup makan dan beristirahat (yang diinginkan negara). This felt Ini merasa
    need would, therefore, cause them to have the motivation to seek out a restaurant akan perlu, oleh karena itu, menyebabkan mereka memiliki motivasi untuk mencari restoran
    where this need could be satisfied. dimana kebutuhan ini dapat dipuaskan.

    figure 3.1 • Needs related to consumer behavior. angka 3,1 • berhubungan dengan perilaku konsumen Kebutuhan.
    [attach]572[/attach] [Melampirkan] 572 [/ melampirkan]
    Despite years of consumer behavior research, it is very difficult, if not impossible, Meskipun tahun penelitian perilaku konsumen, sangat sulit, jika bukan tidak mungkin,
    to fully explain all of the needs consumers feel. sepenuhnya menjelaskan semua kebutuhan konsumen merasa. Figure 3.1 illustrates Gambar 3.1 menggambarkan
    the role of needs in consumer behavior. peran kebutuhan dalam perilaku konsumen. Simply stated, needs lead to motivation, Cukup lain, kebutuhan menyebabkan motivasi,
    which leads to behavioral intentions, which ultimately lead to observable yang mengarah kepada niat perilaku, yang akhirnya menyebabkan diamati
    behavior. perilaku. Following behavior, feedback affects and may change a consumer’s Setelah perilaku, umpan balik dan dapat mempengaruhi perubahan konsumen
    motivation. motivasi. To continue our earlier example, once the consumer had been to Untuk melanjutkan contoh kita sebelumnya, setelah konsumen telah ke
    a particular restaurant, if the meal was satisfying and met prior expectations, restoran tertentu, jika makanan sudah memuaskan dan memenuhi harapan sebelumnya,
    then the feedback would be favorable and the consumer would likely plan to maka umpan balik akan menguntungkan dan konsumen kemungkinan akan rencana
    return to this particular restaurant. kembali ke restoran tertentu. If, however, the meal was not satisfying Namun, jika makanan sudah tidak memuaskan
    or did not meet prior expectations, then the individual’s negative feelings atau tidak memenuhi harapan sebelumnya, maka perasaan negatif individu
    would likely result in not returning to this particular restaurant. kemungkinan besar akan mengakibatkan tidak kembali ke restoran tertentu. It is important Penting
    to remember that successful marketing is about identifying and then untuk diingat bahwa pemasaran yang berhasil adalah tentang mengidentifikasi dan kemudian
    meeting or exceeding the expectations of consumers. memenuhi atau melampaui harapan konsumen.
    In the mid-1900s, Abraham Maslow, an American psychologist, developed Pada pertengahan 1900-an, Abraham Maslow, seorang psikolog Amerika, dikembangkan
    a model identifying five classes of needs; today the model remains one model mengidentifikasi lima jenis kebutuhan, hari ini tetap menjadi salah satu model
    of the influential cornerstones of consumer behavior. pilar berpengaruh dari perilaku konsumen. As shown in Figure 3.2, Seperti ditunjukkan dalam Gambar 3.2,
    Maslow’s hierarchy of needs is arranged in the following order, from the lowest hirarki kebutuhan Maslow diatur dalam urutan berikut, dari yang terendah
    to highest level: physiological needs, safety needs, social and belonging ke tingkat tertinggi: kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, sosial dan milik
    needs, esteem needs, and self-actualization needs.2 Individuals are believed to kebutuhan, harga kebutuhan, dan aktualisasi diri needs.2 Individu yang diyakini
    satisfy the lower-level needs before they move to the higher-level needs. memenuhi kebutuhan tingkat bawah sebelum mereka pindah ke tingkat kebutuhan yang lebih tinggi.

    PHYSIOLOGICAL NEEDS. KEBUTUHAN FISIOLOGIS. Physiological needs are primary needs for food, kebutuhan fisiologis adalah kebutuhan primer untuk makanan,
    shelter, and clothing, which one must have before thinking about higherorder penampungan, dan pakaian, yang satu harus memiliki sebelum berpikir tentang higherorder
    needs. kebutuhan. Nearly all products and services offered to consumers by hospitality Hampir semua produk dan jasa yang ditawarkan kepada konsumen dengan perhotelan
    and tourism firms address these needs. dan alamat perusahaan pariwisata kebutuhan ini.

    SAFETY NEEDS. KESELAMATAN KEBUTUHAN. These second-level needs include personal security and Kebutuhan tingkat kedua meliputi keamanan pribadi dan
    protection from physical harm. perlindungan dari bahaya fisik. The movement toward greater security and Gerakan menuju keamanan yang lebih besar dan
    safety within the hotel industry has addressed these needs. keselamatan dalam industri perhotelan telah menjawab kebutuhan ini. Electronic door Elektronik pintu
    locks, increased lighting, outside entrances that are locked after dark, and kunci, meningkat pencahayaan, di luar pintu masuk yang terkunci setelah gelap, dan
    more sophisticated fire detection devices all are designed to meet safety needs. alat deteksi yang lebih canggih api semua dirancang untuk memenuhi kebutuhan keamanan.

    SOCIAL AND BELONGING NEEDS. SOSIAL DAN KEBUTUHAN milik. Once needs at the lower two levels Begitu kebutuhan yang lebih rendah dua tingkat
    are satisfied, consumers look toward achieving social acceptance by others. puas, konsumen memandang ke arah mencapai penerimaan sosial oleh orang lain.
    From the hospitality and tourism perspective, we cater to consumers who Dari perspektif perhotelan dan pariwisata, kami melayani konsumen yang
    want to join private clubs that offer a variety of social and recreational activities. ingin bergabung dengan klub swasta yang menawarkan berbagai kegiatan sosial dan rekreasi.
    We also make consumers feel like they belong by making special products Kami juga membuat konsumen merasa seperti milik mereka dengan membuat produk khusus
    and services available for frequent guests. dan jasa yang tersedia untuk tamu sering. Hotels that target longer-term Hotel yang target jangka panjang
    guests, such as Marriott’s Residence Inns, will often schedule social events for tamu, seperti Marriott Residence Inns, sering akan jadwal kegiatan sosial untuk
    their guests in order to satisfy the social needs of guests who are away from mereka tamu untuk memenuhi kebutuhan sosial para tamu yang jauh dari
    family and friends for an extended period of time. keluarga dan teman-teman untuk jangka waktu.

    TAMAT

  2. Santi Nursanti Agustus 15, 2010 pada 6:40 am #

    Nama : Santi Nursanti
    NPM : 200802570
    Kelas : Executive – Semester VI
    Matakuliah : Manajemen Pemasaran
    Dosen : A Rozi El Eroy.SE,MM

    Jawaban :
    1. Pemasaran adalah suatu proses dan managerial yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernlai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari prudusen sampai komsumen.
    Manajemen Pemasaran adalah suatu usaha untuk merencanakan, mengimplentasikan serta mengawasi atau mengendalikan kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi agar tercapai tujuan organisasi secara efisien dan efktif.
    Pemasar bisa bertindak sebagai pembeli atau penjual, sebagai contoh : beberapa orang ingin membeli sebidang tanah yang akan dijual. Tiap pembeli akan berusaha untuk memasarkan diri mereka kepada penjual, Pembeli-pembeli ini sesungguhnya sedang melakukan pemasaran. Dalam situasai dimana kedua belah pihak secara aktif mencari pertukaran, keduanya adalah Pemasar, dan situasi tersebut adalah merupakan salah satu pemasaran timbal balik.
    2. Konsep Penjualan : Falsafah bahwa konsumen tidak akan membeli produk organisasi dalam jumlah yang cukup kecuali organisasi mengadakan usaha penjualan dan promosi berskala besar.

    Konsep pemasaran : Falsafah manajemen pemasaran ini berkeyakinan bahwa
    pencapaian sasaran organisasi tergantung pada penentuan kebutuhan dan
    keinginan pasar sasaran dan penyapaian kepuasan didambakan itu lebih
    efektif dan efisien daripada pesaing.
    Kosep Pemasaran Sosial : Falsafah bahwa organisasi harus menentukan kebutuhan, keinginan dan minat pasar serta menyerahkan kepuasan yang didambakani itu secara lebih efektif dan efisien daripada pesaing dengan cara yang bersifat memelihara atau memperbaiki kesejahteraan konsumen dan masyarakat.
    3. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam perencanaan pemasaran ;
    • Tujuan
    • Strategi
    • Kebijaksanaan
    • Taktik yang dijalankan
    4. Perilaku konsumen : tindakan – tindakan individu yang secara langsung terlibat dalam usaha memperoleh dan menggunakan barang-barang jasa ekonomis tersebut proses pengambilan keputusan yang mendahului dan menentukan tindakan – tindakan tersebut.
    Faktornya:
    • Faktor-faktor budaya
    • Faktor-faktor social
    • Faktor-faktor pribadi
    • Faktor-faktor psikologis
    5. Faktor – faktor internal yang mempengaruhi kegiatan pemasaran:
    • Umur
    • Pendidikan
    • Posisi jabatan
    • Kepribadian
    • Sikap terhadap resiko

  3. nongani suraya Agustus 17, 2010 pada 8:21 am #

    TUGAS NONGANI SURAYA 200902737
    SMSTR 9 KELAS MATRIKULASI

    1. A. Jelaskan Difinisi pengertian Pemasaran ?
    Pemasaran adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia.

    B. Pengertian Manajement Pemasaran dan Pemasar ?
    Manajemen Pemasaran adalah salah satu kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, untuk berkembang, dan untuk mendapatkan laba. Proses pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang-barang diproduksi, dan tidak berakhir dengan penjualan. Kegiatan pemasaran perusahaan harus juga memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan terus, atau konsumen mempunyai pandangan yang lebih baik terhadap perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).

    Pemasar adalah orang yang memasarkan barang atau jasa ke semua pelanggan potensial yang memiliki kebutuhan dan keinginan tertentu yang sama, yang mungkin bersedia dan mampu melaksanakan pertukaran untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan itu. Ukuran pasar tergantung pada jumlah orang yang menunjukkan kebutuhan dan keinginan, memiliki sumber daya yang menarik pihak lain, serta bersedia dan mampu menawarkan sumber daya ini untuk ditukar dengan apa yang mereka diinginkan.

    2. Apakah arti Konsep Penjualan, Pemasaran dan
    Pemasaran Sosial dalam Filosofi Pemasaran….???
    Definisi:
    a. Konsep pemasaran menurut Philip Kotler (1995) mengemukakan konsep berwawasan pemasaran, berpendapat bahwa untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentu kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasan yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien dari para sainganya. Konsep berwawasan pemasaran bersandar pada empat pilar utama, yaitu: pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran yang terkoordinir serta keuntungan.
    B. Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain (Philip Kotler, 1995). Sedangkan menurut Wiliam J. Stanton (1978) pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan konsumen.
    C. Pemasaran Sosial
    Kegiatan pemasar untuk menjalankan usaha (profit dan nonprofit) guna memenuhi kebutuhan pasar dengan barang dan jasa, mendistribusikan, mempromosikan melalui proses pertukaran agar memuaskan konsumen dan mencapai tujuan pemasaran (Teguh Budiarto,1993).
    D. Filosofi Pemasaran:
    1. Tahap Swadaya Ekonomi: Tahap keluarga memenuhi sendiri kebutuhannya
    2. Tahap Kepemilikan bersama yang primitif
    Tahap dimana keluarga memenuhi kebutuhannya bersama-sama
    3. Tahap Barter Sederhana
    Terjadi produk tertentu dan membutuhkan barang lain
    4. Tahap Pasar Lokal
    Barter telah dilakukan tetapi tidak tentu waktu dan tempatnya

    5. Tahap Ekonomi Uang
    Tahap mengenal pertukuran dengan uang
    6. Tahap Kapitalisme
    Muncul golongan produsen yang mengumpulkan kekayaan yang ditukar tenaga kerja
    7. Tahap Produksi massa
    Muncul mesin produksi
    8. Tahap Masyarakat Makmur
    Masyarakat telah memiliki daya beli yang tinggi, sehingga produsen berusaha membuat produk yang lebik baik

    3. Perencaanaan Pemasaran , Faktor apa sajakah yang harus diperhatikan ?
    Periklanan adalah bagian terpenting dalam strategi pemasaran, bahkan sebelum masa internet, hal ini juga dilakukan di berbagai media cetak seperti koran, majalah, media elektronik seperti televisi, radio, dan email langsung, strategi pemasaran sering kali dapat membangun atau menghancurkan perusahaan.
    Branding akan dapat membantu perusahaan untuk menciptakan identitas untuk perusahaan. Orang-orang mengenal perusahaan dari namanya. Program perencanaan strategi di sisi yang lain dapat membantu perusahaan untuk secara efektif melakukan pemasaran untuk produk-produknya dan layanannya. Perencanaan strategi pemasaran adalah manfaat untuk bisnis anda. Ini akan sangat membantu bisnis anda dengan kehadiran mereka di pasar ini.

    4. Apakah arti dan prilaku Konsumen.???? Sebutkan facktor
    besar dalam pri laku Konsumen…….?????
    Perilakukonsumen:
    Adalah tingkah laku dari konsumen, dimana mereka dapat mengilustrasikan pencarian untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi dan memperbaiki suatu produk dan jasa mereka. Focus dari perilaku konsumen adalah bagaimana individu membuat keputusan untuk menggunakan sumber daya mereka yang telah tersedia untuk mengkonsumsi suatu barang. Apa yang dimaksud dengan Perilaku Konsumen?
    Perilaku permintaan konsumen terhadap barang dan jasa akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya: pendapatan, selera konsumen, dan harga barang, disaat kondisi yang lain tidak berubah (ceteris paribus). Perilaku konsumen ini didasarkan pada Teori Perilaku Konsumen yang menjelaskan bagaimana seseorang dengan pendapatan yang diperolehnya, dapat membeli berbagai barang dan jasa sehingga tercapai kepuasan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkannya.
    Jawab: Ada 3 buah Faktor yang mempengaruhi prilaku konsumen….. ???? Terdapat tiga faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu :…????
    Jawab:
    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
    1.Faktorkebudayaan
    Faktor kebudayaan meliputi :
    a. Budaya : faktor-faktor budaya memberikan pengaruhnya paling luas pada keinginan dan perilaku konsumen. Budaya (culture) adalah penyebab paling mendasar teori keinginan dan perilaku seseorang.
    b. Subbudaya : setiap kebudayaan mengandung sub kebudayaan yang lebih kecil, atau sekelompok orang yang mempunyai sistem nilai yang sama berdasarkan pengalaman dan situasi kehidupan yang sama. Sub kebudayaan meliputi: kewarganegaraan, agama, ras, dan daerah gegrafis.
    c. Kelas sosial : hampir setiap masyarakat memiliki beberapa bentuk struktur kelas sosial. Kelas-kelas sosial adalah bagian-bagian masyarakat yang relatif permanen dan tersusun rapi yang anggota-anggotanya mempunyai nilai-nilai, kepentingan dan perilaku yang sama.

    5. Jelaskan Faktor-faktor Internal yang mempengaruhi kegiatan Pemasaran ?
    A, Faktor politik:
    Hukum, aturan dan peraturan yang Anda harus mematuhi yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebagai contoh, supermarket tidak diizinkan untuk membuka lebih dari enam jam pada hari Minggu. Penjualan tindakan yang baik tahun 1979, barang yang dijual harus memenuhi tiga kondisi.
    B. Faktor Ekonomi:
    Tingkat pajak dan kredit macet dapat mempengaruhi pemasaran sebagai orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk membeli produk dan akan pergi untuk opsi lebih murah jika memungkinkan. Jika suku bunga terus naik ini akan menaruh beberapa bisnis. Sebagai jumlah penghasilan dan output dari setiap organisasi memiliki peran yang lebih besar dari faktor-faktor ekonomi.
    C. faktor sosiokultural:
    Pilihan pribadi dan gaya hidup, permintaan dari konsumen dapat mempengaruhi pemasaran jika ada terlalu sedikit dari apa yang diinginkan oleh pelanggan dan kebutuhan. menderita parah dari kombinasi pembayaran hipotek lebih tinggi dan biaya kartu kredit, bahan bakar dan tagihan makanan, yang menempatkan tekanan besar pada rumah tangga Inggris.
    D. Faktor Teknologi: teknologi modern dan cepat yang dapat membuat bisnis pemasaran yang lebih efisien, memberikan pilihan lebih lanjut tentang cara mengirim, menerima dan menyimpan informasi.
    E. faktor geografis: Setiap tempat memiliki suasana yang berbeda karena yang Anda tidak dapat pasar setiap produk di setiap tempat. Sebagai contoh di kota-kota di mana Anda tidak dapat menemukan pegunungan Anda tidak dapat pasar peralatan pendakian. Di daerah gurun pakaian renang Anda tidak dapat pasar.
    Internal Pengaruh pada Perilaku Konsumen
    Selain pengaruh eksternal, pengaruh internal yang mempengaruhi pilihan konsumen
    sesuai kebutuhan baik pribadi dan motif, pengalaman, kepribadian dan citra diri,
    dan persepsi dan sikap. Pengaruh faktor internal pasti kurang
    terkenal dari faktor eksternal, faktor internal yang tidak teramati
    dan oleh karena itu tidak terdokumentasi dengan baik dan dipahami.

  4. nongani suraya Agustus 21, 2010 pada 10:26 am #

    1.Kriteria yang perlu diperhatikan dalam mengambil sampel adalah sebagai berikut:
    A. Berilah batas-batas yang tegas tentang sifat-sifat / karakteristik populasi, sehingga dapat menghindari kekaburan dan kebingungan.
    B. Tentukan sumber-sumber informasi tentang populasi. Ada beberapa sumber informasi yang dapat memberi petunjuk tentang karakteristik suatu populasi. Umpamanya didapat dari dokumen-dokumen.
    C.Pilihlah teknik sampling dan hitunglah besar anggota sampel yang sesuai dengan tujuan penelitiannya.
    D.Tentukan ukuran sampel yang akan dianalisis.
    Supaya sampel yang dijadikan penelitian representatif, maka diperlukan jumlah sampel minimal yang digunakan dalam penelitian. Dalam penentukan ukuran sampel dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara praktis (tidak menggunakan rumus atau hitungan) dan cara perhitungan dengan menggunakan rumus. Banyak sekali model rumus-rumus yang dapat digunakan untuk menentukan jumlah sampel minimum, salah satunya rumus empiris dianjurkan oleh Issac dan Michael (1981:192) dalam Sukardi (2004:55) sebagai berikut:

    Keterangan:
    S = jumlah sampel yang dicari;
    N = Jumlah populasi;
    P = proporsi populasi, asumsi diambil P = 0,50
    d = derajat ketepatan, biasanya diambil d = 0,05
    2 = nilai tabel 2 = 3,841

    2. PENGERTIAN PENELITIAN SURVEY
    Yaitu mengadakan pengamatan langsung dilapangan untuk mengetahui secara jelas fenomena-fenomena sehingga dalam mengimplementasikan secara baik dan benar. Selain itu juga dapat menetapkan suatu permasalahan yang akan diangkat untuk menjadi topik penelitian. Dalam hal ini penulis tidak mengadakan perlakuan khusus yang akan diamati.

    3. A. PENGERTIAN DATA PRIMER
    data primer merupakan informasi yang dikumpulkan terutama untuk tujuan
    investigasi yang sedang dilakukan.
    B. PENGERTIAN DATA SEKUNDER
    Data sekunder merupakan informasi yang dikumpulkan bukan untuk
    kepentingan studi yang sedang dilakukan saat ini tetapi untuk beberapa tujuan lain.
    C. PENGERTIAN KULITATIF
    Menekankan pada makna, penalaran, definisi suatu situasi tertentu (dalam konteks tertentu), lebih banyak meneliti hal-hal yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Pendekatan kualitatif, lebih lanjut, mementingkan pada proses dibandingkan dengan hasil akhir; oleh karena itu urut-urutan kegiatan dapat berubah-ubah tergantung pada kondisi dan banyaknya gejala-gejala yang ditemukan. Tujuan penelitian biasanya berkaitan dengan hal-hal yang bersifat praktis.
    D. PENGERTIAN KUANTITATIF
    Mementingkan adanya variabel-variabel sebagai obyek penelitian dan variabel-variabel tersebut harus didefenisikan dalam bentuk operasionalisasi variable masing-masing. Reliabilitas dan validitas merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi dalam menggunakan pendekatan ini karena kedua elemen tersebut akan menentukan kualitas hasil penelitian dan kemampuan replikasi serta generalisasi penggunaan model penelitian sejenis. Selanjutnya, penelitian kuantitatif memerlukan adanya hipotesa dan pengujiannya yang kemudian akan menentukan tahapan-tahapan berikutnya, seperti penentuan teknik analisa dan formula statistik yang akan digunakan. Juga, pendekatan ini lebih memberikan makna dalam hubungannya dengan penafsiran angka statistik bukan makna secara kebahasaan dan kulturalnya.

  5. nurana indrawati ap200910100 stia banten semester 3 administrasi negara Oktober 12, 2010 pada 5:37 pm #

    Nurana indrawati
    ap200910100
    adm.negara smstr : 3
    stia banten
    Resume-resume tentang para teoritikus
    Teoritikus 1
    Di kenal sebagai aliran klasik, mengembangkan prinsip/ model universal.
    Organisasi sebagai system tertutup yg di ciptakan untuk mencapai tujuan dgn efisien.
    REDERICK TAYLOR Dan SCIENFICT MANAGEMENT
    Terbit pada tahun 1991 yg berjudul principles of scientific management.
    Taylor adalah insinyur mesin yg bekerja dipeusahaan Midvale & bethelm steel di Pennsylvania.
    Ia mengusulkan 4 prinsip scientific management :
    1. Penggantian metode
    2. Seleksi dan pelatihan para pekerja secara ilmiah.
    3. Kerja sama antara buruh dan manajement
    4. Pembagian tanggung jkawab yang lebih merata.
    HENRY FAYOR DAN PRINSIP- PRINSIP ORGANISASI
    Ide- ide taylor didasarkan atas peneletian ilmiahnya, sedangkan fayol menulis atas dasar pengalamannnya sendiri sebagai praktisi eksekutif.
    4 prinsip yangf di usulkan fayol :
    1. Pembagian kerja
    2. Wewenang
    3. Disiplin
    4. Kesatuan komando
    5. Kesatuan arah
    6. Mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu
    7. Remunirisasi
    8. Sentralisasi
    9. Rantai scalar
    10. Tata tertib
    11. Keadilan
    12. Stabilisasi masa kerja pegawai
    13. Inisiatif
    14. Esprit de crops
    MAX WEBER DAN BIROKRASI
    Ahli sosiologi dari jerman ia menyebut struktur ideal sebagai birokras di cirikan dengan adanya pembagian kerja,sebuah hirarki wewenagng yg jelas, prosedur seleksi yg formal,peraturan yg rinci,impersonal :

    RALPH DAVIS DAN PERANCANAAN RASIONAL
    Struktur merupakan hasil hasil logis dr tujuan’’ organisasi, tujuan utama perusahaan adalah poelayanan ekonomis. Perencanan formal manajemen menentukan tujuan’’ organisasi,tujuan tersebut kemudian dalam urusan yg logis, menentukan pengembangan struktur arus, wewenang,serta hubungan yg lain.
    PRATIKUS TIPE 2
    Pengakuan mengenai sifat dr organisasi. Para teoritikus tipe 2 mewakili pandang dari sisi manusianya di bandingkan sisi mesin pandang teoritikus tipe 1.
    ELTON MAYA DAN KAJIAN HAWTHORNE
    Di mulai dengan sebuah percobaan yg di lakukan pada western elektrik company di pabriknya di Cicero. Para insinyur western electric kemudian menghubungi ahli kologi dari havart, ELTON MAYO beserta kawan kawannyaikut serta di dalam kajian tsb sebagai konsultan.
    Pada umumnya para ahli manajemen sepakat bahwa hawthorne mempersatukan pandangan taylor, dan weber dengan kajian haw thorne membawa kita pada kesimpulan, bahwa organisasi merupakan system kerja sama.
    BERNARD menantang pandangan klasik yg mengatakan bahwa wewenag harus di definisasikan sesuai dengan tanggapan dr bawahan, dan ia mengusulkan agar peran utama manajer/ memperlancar komunikasi dan mendorong parta bawahan untuk berusaha lebih keras.
    DOUGLAS MC GREGOR DAN TEORI X- TEORI Y
    Salah satu kontribusi yg menyatakan bahwa ada 2 pandangan tentang manusia.
    1. Negative, teori- x
    2. Positif teori- y
    Manusia cendrung untuk menyesuaikan perilakunya terhadap bawahannnya.
    Sesuai dengan asumsi tersebut :
    1. Para pegawai tdk menyukai pekerjaan, dan mungkin berusaha menghindarinya
    2. Harus di paksa, di kendalikan bahkan harus di ancam dgn hukuman untuk mencapai tujuan yg di inginkan.
    3. Tidak bertanggung jawab
    4. Kebanyakan menempatkan rasa aman di atas factor lain yg berhubungan dgn pekrjaan. Hanya melibatkan ambisi.
    TEORI Y
    1. Melihat pekerjaan sesuatu yg biasa seperti halnya istirahat/bermain.
    2. Menentukan arah sendiri, mengendalikan diri jika mereka merasa terikat pada tujuan.
    3. Dapat belajar untuk menerima, malahan mencari tanmggung jawab
    4. Kreatifitas, kemampuan untuk membuat keputusan yg baik

    WAREN BENNIS DAN MATINYA BIROKRASI
    Tema humanistic yg kuat dr para teoritikus tipe 2 mencapai puncak dengan sebuahpidato tentang matinya birokrasi. Warren bennis mengatakan bahwa pengembalian keputusan pd birokrasi yg di sentralisasi, kepatuhan wewenang, serta pembagian kerja sempit dig anti dengan struktur yg di sentralisasi dan demokratis yg di organisasikan di sekitar kelompok yg fleksibel.
    TEORITIKUS TIPE 3
    Konflik antara tesisi dan anti tesis membawa kita kpd sebuah sintesis yg member pedoman yg lebih baik bg para manajer. Sintesis tsb adalah pendekatan kontigency.
    HERBERT SIMON DAN SERANGAN TERHADAP PRINSIP
    Prinsip tipe 1 harus mengalah pada pendekatan contingency. Simon mencatat bahwa kebanyakan prinsip tipe klasik tidak lebih dr pada pepeatah saja dan banyak di anataranya sering bertentangan. Teori organisasi perlu melebihi prinsip’’ yg dangkal dan terlalu di sederhanakan bgt suatu kajian.
    PERSPEKTIF LINGKUNAN DR KATE DAN KHAN
    Buku Daniel katz dan Robert khan, the social psycologi of organizations merupakan pendorong yg penting bagi pengenalan perspektif system terbuka tipe 3 terhadap teori organisasi.
    KASUS TEKHNOLOGI
    Penelitian pada tahun 1960-an oleh joan wood wart dan Charles perrow.\
    Kerangka yg di sampaikan james Thompson, telah memberialasan yg kuat mengenai pentingnya tekhnologi di dalam menentukan struktur sesuai bagi sebuah organisasi.
    KELOMPOK ASTHON DAN BESARAN ORGANISASI
    Organisasi besar telah terbukti mempunyai banyak kesamaan komponen sruktural demikian halnya dengan organisasi kecil.mungkin yg paling penting adalah terbukti menunjukan bahwa beberapa haldari komponen tersebut mengikuti sebuah pola tertentu pada saat organisasai berkembangan dalam besarnya.
    TEORITIKUS TIPE 4
    Memusatkan perhatian pada sifat politis organisasi. Posisi mula muala di buat JAMES MARCH & HERBERT SIMON, namun telah di perbaiki secara intesif oleh JEFFEREY PREFFER.
    BATAS-BATAS KOGNITIF TERHADAP RASIONALITAS DARI M,ARCH & SIMON
    March & simon menentang gagagsan klasikk mengenai keputusan yg rasional atau optimum. Mereka berargumentasi bahwa mayoritas pengembalian keputusan memilih alternative yg memuaskan. March & simon, menganjurkan agar model teori organisasi di ubah menjadi model yg sangat berbeda dari pandangan system kerja sama yg rasional.

    ORGANISASI PREFFER SEBAGAI ARENA POLITILK.
    Menciptakan model teori organisasi yg mencakup koalisi kekuasaan, konflik interent atas tujuan, serta keputusan desain organisasi yg mendukung kepentingan pribadi dr mereka yg berkuasa. Preffer mengusulkan agar kendali di dalam organisasi menjadi tujuan ketimbang hanya sebagai alat untuk mencapai tujuan – tujuan yg rasional seperti produksi,output yg efesien.

  6. pepi asrori Oktober 13, 2010 pada 10:50 am #

    PEPI ASRORI
    AP200910090

    TUGAS RESUME

    FREDIK TAYLOR DAN SCIENTIFIC MANAGEMENT
    Taylor adalah insinyur mesin yang bekerja diperusahaan Midvale dan Bethlehem steel di Pennsylvania. Ia samgat yakin berdasarkan pengamatannya mengenai metode kerja pada saat itu, bahwa hasil keja para pekerja kira-kira hamya sepertiga dari yang sebetulnya dapat dihasilkan.
    Empat prinsip scientific management:
    1. penggantian metode kira-kira untuk menentukan setiap elemen dari pekerjaan seorang pekerja
    2. seleksi dan pelatihan para pekerja
    3. keja sama antara managemen buruh untuk menyelesaikan tujuan pekerjaannya
    4. pembagian tnggung jawab
    HENRY FAYOL DAN PRINSIP-PRINSIP ORGANISASI
    Ide-ide taylor didasarkan atas penelitian ilmiah sedangkan fayol menulis atas dasar pengalamanya.
    Fayolmengusulkan empat belas yang menurutnya dapat digunakan secara universaldan dapat diajarkan disekolah-sekolah dan universitas.
    1. pembagian kerja
    2. wewnang
    3. disiplin
    4. kesatuan komando
    5. kesatuan arah
    6. mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan individu
    7. remunerasi
    8. sentralisasi
    9. rantai skalar
    10. tata tertib
    11. keadilan
    12. stabilitas masa kerja pegawai
    13. inisiatif
    14. esprit de corps
    MAX WEBER DAN BIROKRASI
    Max weber, weber menulis pada permulaan abad ini dan telah mengembangkan sebuah model struktural yang ia katakana sebagai alat yang paling effisien bagi organisasi-organisasi untuk mencapai tujuannya.
    RALP DAVIS DAN PERENCANAAN RASIONAL
    Davis mengatakan bahwa tujuan utama sebuah perusahaan adalah pelayanan ekonomis. Tidak ada perusahaan yang dapat hidup jika tidak memberikan nilai ekonomis.
    Aktivita-aktivitas tersebut kemudian menghubungkan tujuan organisasi dengan hasilnya. Davis kemudian berkesimpulan bahwa dengan demikian struktur organisasi bergantung pada tujuan organisasi.
    ELTON MAYO DAN KAJIAN HAWTHORNE
    Kajian hawthorne, yang akhirnya diperluas dan diteruskan sampai permulaan tahun 1930-an, pada mulanya diciptakan oleh para insinyur industri dari western electric.
    Para insinyur western electric kemudian menghubungi ahli psikolog dari Harvard, Elton mayo beserta kawan-kawannya pada tahun 1927. oleh karena itu, disimpulkan bahwa norma sosial kelompok merupakan kunci penentu prilaku kerja seseorang.
    CHASTER BERNARD DAN SISTEM KERJA SAMA
    Gagasan bahwa sebuah organusasi adalah sebuahsistem organisasi kerja sama pada umumnya dikatakan berasal dari chester Bernard. Ia menawarkn ide-idenya di dalam the functions of the executive, dimana ia menggunakan pengalaman selama bertahun-tahun di amerika telephone dan telegraph.
    DOUGLAS MCGREGOR DAN TEORI X-TEORI Y
    Di bawah ini teori x ada empat asumsi yang di anut manager:
    1. para pegawai tidak menyukai pekerjaan
    2. karma tidak menyukai pekerjaanya maka harus di paksa
    3. mengelakan tanggung jawab
    4. hanya memperlihatkan sedikit ambisi
    WARREN BENNIS DAN MATINYA BIROKRASI
    Tema humanistic yang kuat pada teoritikus tipe mencapai puncaknya dengan sebuah pidato tentang matinya birokrasi.warren benis, misalnya, mengatakan bahwa pengambilan keputusan pada birokrasi yang disentralisasi.
    HERBERT SIMON DAN SERANGAN TERHADAP PRINSIP-PRINSIP
    Gerakan countingency mencapai puncaknya pada tahun 1960-an, tetapi Herbert simon sudah menyadari bahwa pada tahun 1940-an bahwa prinsip tipe 1 harus mengalah. Simon mencatat bahwa kebanyakan dari prinsip klasik tidak lebih dari pepatah saja.
    PERSPEKTIP LINGKUNGAN DARI KATZ DAN KAHN
    Setelah bertahan karya katz dan kahn, berbagai teoritikus menyelidiki hubungan lingkungan struktur. Berbagai jenis lingkungan diidentifikasi dan banyak penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi struktur mana yang paling sesuai dengan berbagai lingkungan yang ada.
    KASUS TEKHNOLOGI
    Penelitian pada tahun 1960-an oleh joan woodward dan Charles perrow, demikian juga kerangka kerja konseptual yang disampaikan oleh james Thompson,telah memberikan alas an yang kuat mengenai pentingnya tekhnologi dalam sebuah organisasi.
    BATAS-BATAS KOGNITIF TERHADAP RASINAL DARI MARCH DAN SIMON
    March dan simon menentang gagasan kelasik mengenai keputusa yang rasional . mereka berargumentasi bahwa mayoritas pengambilan keputusan memilih alternatife yang memuaskan alternatife yang cukup baik.
    ORGANISASI PFEFFER SEBAGAI ARENA POLITIK
    Berdasarkan karya simon dan march, Jeffery pfeffer menciptakan model teori organisasi yang mencakup koalisi kekuasaan, konflik inhernt atas tujuan serta keputusan desaign organisasi yang mendukung kepentingan pribadi dari mereka yang berkuasa. Pfeffer mengusulkan agar kendali dalam organisasi menjadi tujuan ketimbanghanya sebagai alat untuk mencapai tujuan rasional.

  7. SAFRUDIN November 15, 2010 pada 3:19 am #

    Tugas Pengantar Bisnis

    Nama : Safrudin
    NPM :201003142
    Kelas/Semester : Karyawan/II (Dua)

    BAB I
    AWAL BERDIRINYA ACFTA

    Sebagai salah satu negara anggota dari ASEAN, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia harus ikut serta dalam perjanjian yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Kesepakatan atau perjanjian perdagangangan antara negara-negara ASEAN Cina yang disebut ACFTA ( Asean China Free Trade Area ).
    Perjanjian yang menyangkut perdagangan bebas ini identik dengan hubungan kerjasama dagang antar negara anggota ASEAN ataupun negara non-anggota. Dalam impementasinya perdagangan bebas harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat mempengaruhi prinsip perdagangan yaitu seperti prinsip sentral dari keuntungan komparatif (Comparatif Advantege) selain itu juga, kita harus memperhatikan pro dan kontra dibidang tarif dan kuota, serta melihat bagaimana jenis mata uang (valuta asing) yang diperdagangkan berdasarkan kurs tukar valuta asing. Asean China Free Trade Area (ACFTA) yaitu dimana tidak adanya hambatan tarif (bea masuk 0-5 %) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara ASEAN dan juga China .
    Tujuan dari ACFTA sendiri itu adalah memperkuat dan meningkatkan kerja sama antar negara terkait, yaitu meliberisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tarif. Kesepakatan perjanjian itu mencakup dalam tiga bidang yang strategis yaitu: perdagangan barang-barang, jasa, dan juga investasi. Perjanjian ACFTA adalah kerja sama dalam bidang ekonomi, Economic Co-opertaion between Asean and people’s Republic of China, yaitu kerjasama antara seluruh anggota daripada ASEAN dengan Negara Cina.
    Perjanjian ini bermula di tandatangani pada tanggal 5 November 2002 yang melahirkan tiga buah kesepakatan, Kesepakatan pertama, pada tanggal 29 November 2002 yang melahirkan suatu kesepakatan di bidang barang (Agreement on Trade in Goods), lalu diadakannya kesepakatan kedua, pada tanggal 14 Januari 2007 yang menghasilkan suatu bentuk kesepakatan di bidang perdagangan dan jasa (Agreement on Trade in Service), dan adanya kesepakatan ketiga, pada tanggal 15 Agustus 2007 yang menghasilkan kesepakatan di bidang investasi (Agreement on Investation). Pada tanggal 1 Januari 2010 kesepakatan atau perjanjian perdagangngan ACFTA mulai diberlakuakan.

    Latar Belakang Masalah

    ASEAN merupakan organisasi regional yang keanggotaannya terdiri dari negara-negara Asia Tenggara. Pada saat ini negara-negara kawasan Asia Tenggara termasuk Cina mengadakan suatu perjanjian perdagangan. ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) adalah suatu perjanjian tentang perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan Cina Kesepakatan mengenai ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2010. Hal ini menyebabkan produk-produk Cina dapat bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia . Tidak hanya Indonesia yang menjadi sasaran melainkan seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. produk Cina yang super murah telah membanjiri pasar.
    Bagi suatu negara yang terlibat dalam suatu persetujuan perdagangan bebas, tentunya dengan membuat persetujuan ini diperkirakan akan mendapat keuntungan dan kerugian. Dengan membuka pasar seluas-luasnya berarti impor barang dan jasa dari negara lain mengalir dengan bebas dan deras. Hal ini dapat mengancam sektor-sektor ekonomi tertentu dalam negeri. Tentunya akan selalu ada sektor-sektor yang dikorbankan karena tidak mampu bersaing. Ketika informasi-informasi seputar ACFTA mencuat ke permukaan, sebagian industri lokal banyak yang kalang kabut. Bahkan bukan hanya pengusaha, para pekerjapun turut melakuakan aksi demonstrasi menolak ACFTA mereka menyadari bahwa lambat laun akan berdampak pada kesejahteraan mereka.
    Walau disepakati relatif lama, ternyata kesepakatan ini mendapat tantangan tatkala mulai diberlakukan banyak pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah itu sendiri yang baru menyadari akan pengaruh akan perjanjian ACFTA tersebut.

    ACFTA Merupakan Produk Globalisasi

    Era globalisasi dari hari ke hari terus menerus akan berlangsung, kondisi kehidupan dalam proses globalisasi di setiap negara terkesan meningkat. Apalagi jika diukur oleh indikator-indikator yang luas salah satunya adalah dalam hal ekonomi. Negara-negara maju dan kuat memanglah sudah dipastikan sebagai negara yang dapat meraih keuntungan besar dari proses globalisasi, dan negara-negara berkembang juga negara miskin tidak dapat dipastikan akan meraih keuntungan yang positif dari globalisasi ataupun tidak dari proses globalisasi.
    ACFTA merupakan produk keluaran dari globalisasi. Sebenaranya ACFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN dan Cina untuk berkompetisi secara fair untuk memasarkan produk hasil dari negerinya. Dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwa Cina merupakan “Roda Penggerak“ dalam bidang barang, jasa dan investasi, dan mau tidak mau suka tidak suka, pemerintahan manapun harus siap dengan perjanjian tersebut termasuk Indonesia.
    Indonesia juga harus juga siap menghadapi perjanjian atau kesepakatan ACFTA tersebut. Mulai diberlakukannya perjanjian ACFTA akan berdampak pada makin kuatnya produk Cina yang akan masuk ke Indonesia, apalagi dengan bebasnya biaya masuk atau pajak masuk produk barang yang di produksi oleh Cina, produk Cina memang begitu kuat pasarnya apalagi ditambah dengan bebasnya tarif pajak tersebut. Harga produk Cina pun bisa lebih murah daripada produk lokal. Tentu saja dengan adanya hal tersebut sebagian industri lokal banyak yang menolak akan adanya ACFTA.
    Walaupun perjanjian ACFTA ini sudah relatif lama diberlakukan Indonesia masih dikatakan sulit untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Tekanan dari kalangan pengusaha industri lokal sangatlah kuat dan menandakan bahwa pengaruh akan adanya perjanjian ACFTA tersebut akan berdampak negatif pada usaha menengah mereka, bukan hanya para pengusaha industri saja para pekerja pun menyadari akan hal itu, walaupun pengaruh ACFTA belum mereka alami saat ini namun lambat laun para pekerja pun akan merasakan dampak yang diberikan oleh ACFTA. Situasi itulah yang dirasakan oleh negara Indonesia yang terbilang sebagai negara berkembang.
    Tidak dapat dipungkiri ACFTA sebagai produk globalisasi akan relatif berpengaruh bukan hanya terhadap negara maju saja tetapi berpengaruh juga terhadap negara-negara berkembang. Dengan adanya globalisasi di dunia ini telah membuat seakan negara satu dan negara lainya kehilangan batas-batas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara bangsa“.

    BAB II
    ACFTA DI BANTEN

    Pemberlakuan ASEAN-China Ftee Trade Aggre-ment (ACFTA) berdampak bagi produksi industri di sebagian besar wilayah Indonesia, namun tidak bagi industri di Banten. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Hudaya mengatakan hal itu dapat dibuktikan berdasarkan data. Hingga akhir triwulan 1 tahun 2010. produksi industri besar, kecil maupun menengah di Banten, untuk nilai ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 20,28 persen.
    Angka ekspor merupakan bukti industri di Banten, sanggup bertahan terhadap gempuran produk-produk dari China. Strateginya, agar industri Banten tetap stabil dari dampak pemberlakukan ACFTA yaitu dengan mempertahankan kondisi nilai ekspor tetap pada angka yang sama hingga akhir triwulan tahun ini.
    Bila kondisi ini akan tetap sampai akhir triwulan tahun 2010, maka ekonomi di Banten tetap stabil dan kondusif. Adapun Januari 2010, nilai ekspor industri Banten mencapai 586 juta US dolar atau naik 20.28 persen dari Desember 2009. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 58 persen disumbang dari lima komoditas industri yakni alas kaki, bahan baku mineral, tembaga atau logam, plastik, dan kertas/karton.
    Untuk kontribusi industri tekstil pada nilai ekspor Banten hanya mencapai 5 persen. Namun demikian kita perlu mewaspadai terutama bakal dampak yang perlu dikhawatirkan akibat CAFTA itu adalah pada komoditas yang diproduksi oleh industri kecil menengah (IKM) di Banten. Seperti pakaian, komponen elektronik dan logam.
    Kelompok IKM akan mengalami dampak akibat ACFTA. sebab diperkirakan sampai akhir triwulan II gempuran produk China akan makin besar. Terkait itu. Kita harus berupaya mengantisipasi dengan meningkatkan kualitas berbagai macam produk dalam negeri yang akan diperjualbelikan baik di dalam dan luar. Untuk itu semua produk bukan hanya memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) tapi juga harus memiliki Nomor Registrasi Produk (NRP).
    Pengaruh ACFTA terhadap Provinsi Banten sangat signifikan karena sebelum diberlakukannya ACFTA, perekonomian Banten defisit 25,81 % yang disebabkan nilai ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.
    Sejumlah produk yang akan terkena dampak negatif dari ACFTA ini, di antaranya produk tekstil, baja, dan kosmetik. Dampaknya, industri lokal tidak dapat menaikan harga barang karena barang impor lebih murah dibandingkan harga barang ekspor. Saat barang naik, pelaku usaha selalu dibayangi mahalnya nilai produksi yang akan menambah nilai harga pokok penjualan dan tidak dapat bersaing dengan produk impor terutama dari China yang harganya murah dan gampang ditemukan di pasar.
    Adapun sektor yang terkena dampak negatif ialah sektor industri karena tingginya biaya ekonomi serta buruknya infrastuktur fisik dan nonfisik industri di dalam negeri. Sektor lain yakni perdagangan, karena biaya produksi yang tinggi dan banyaknya barang China yang masuk secara legal maupun ilegal dengan harga sangat murah.
    Antisipasi yang mungkin bisa dicapai yaitu tunda ACFTA sampai barang atau jasa Indonesia bisa siap dengan persaingan ketat di antara negara Asean dan dilakukan modifikasi pada barang atau jasa di Indonesia,” jelas Eli.
    Pemerintah melakukan upaya komprehensif dalam rangka melindungi masyarakat dari kegoncangan yang bisa berdampak pada kemiskinan. Adapun antisipatif untuk Banten, pemerintah melaksanakan kegiatan pengawasan barang dan jasa secara berkala terhadap barang China.
    Gejolak di daerah termasuk di Tangerang terhadap kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) pada 2010 ini sebagai bukti ketidaksiapan daerah dan pelaku usaha. Dalam rentang waktu penundaan tersebut, pemerintah, khususnya pemerintah daerah lebih serius mendorong iklim usaha yang kondusif dan kompetitif. Pemerintah juga harus berupaya menghapus atau menghentikan pungutan-pungutan liar, menurunkan pajak, memberantas korupsi.
    Sebelumnya, untuk menghadapi ACFTA ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten akan membatasi produk China masuk ke wilayah Banten. Kebijakan ini pun disambut positif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang.
    Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang Djuanda Usman mengatakan, jika tak ada pembatasan produk China, pihaknya khawatir produk lokal akan tergilas dan gulung tikar. “Apalagi apabila kita belum siap bersaing dengan produk luar, seperti dari China. Produk China sangat berpotensi menjadi ancaman bagi produk-produk dalam negeri. Sebab, produk China harganya terjangkau oleh masyarakat. Diinformasikan, produk-produk China yang banyak diproduksi di Kota dan Kabupaten Tangerang antara lain tekstil dan sepatu. Pabriknya menyebar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

    BAB III
    DAMPAK ACFTA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

    Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China.
    Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang luar serta memiliki pasar yang lebih tertata, para petani pun merasakan dampaknya. Buah lokal lebih mahal dari buah impor. Apalagi jika ACFTA benar-benar mulai diberlakukan. Sudah dapat dipastikan semakin banyak produk-produk China membanjiri pasaran Indonesia. Ditambah dengan perilaku konsumen kita yang mementingkan gengsi daripada gizi jelas akan memilih buah dan makanan impor karena dianggap lebih bergengsi. Maka semakin terpuruklah pedagang kecil dan produsen pangan alias petani kita.
    Dampak ACFTA bagi perekonomian bangsa ini memang luar biasa. Efek dominonya akan membuat gonjang-ganjing perekonomian nasional secara makro maupun mikro. Namun karena saya bukanlah pakar ekonomi maka saya tidak akan membahas hal itu. Saya hanya mengingatkan bahwa ada dampak yang lebih besar dan kompleks ketika ACFTA berlaku, yakni dampaknya terhadap lingkungan.
    Ketika persaingan bebas digelar maka para produsen akan berlomba-lomba menekan biaya produksi demi mendapatkan harga murah. Biaya produksi dipangkas baik dari ongkos buruh, mengurangi bahan baku dan menurunkan kwalitas barang. Maka logis apa kata orang Jawa ana rega ana rupa, semakin murah harga barang maka semakin rendah kwalitas. Semakin rendah kwalitas maka semakin cepat rusak. Semakin rusak maka semakin banyak sampah menumpuk.
    Ambil contoh kasus barang elektronik. Ketika barang dijual dengan harga murah dan kwalitas rendah maka hampir pasti tidak ada suku cadang alias spare part. Maka bisa dibayangkan ketika barang-barang elektronik yang rusak dan menjadi sampah, berapa banyak gunung-gunung sampah yang akan terbentuk? Bukankah ketika sebelum ACFTA saja sudah banyak barang elektronik dari China menjadi barang sekali pakai. Begitu rusak maka yo diguwak (dibuang – Ind). Ditambah ketika ACFTA benar-benar dilaksanakan. Artinya, lingkungan hidup menjadi terancam. Jangan kaget dan jangan heran ketika suatu saat akan ada tumpukan rongsokan kulkas, TiPi, HP, atau rongsokan sepeda motor yang menggunung karena sudah tidak bisa digunakan lagi.
    Itu baru satu jenis barang, elektronik. Ada juga pakaian, ada produk-produk pertanian seperti buah dan sayur maupun makanan siap saji alias instan. Semua berpotensi menumpuk sampah. Saat Apel Malang kalah dengan Apel Shangdong atau ketika Jeruk Medan tidak laku dibanding Jeruk Shanghai maka selain petani kita makin merugi, sampah juga semakin banyak.

    Daftar Pustaka
    1. http://www.walhi.or.id/component/content/article/132-kegiatan/644-acfta?lang=in
    2. http://blogs.unpad.ac.id/yogix/2010/02/22/apa-itu-acfta/
    3. http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php
    4. http://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=52586
    5. http://www.pusdima-fis.co.cc/2010/03/dampak-positif-dan-negatif-acfta.html

  8. SAFRUDIN November 15, 2010 pada 3:23 am #

    BAB I
    AWAL BERDIRINYA ACFTA

    Sebagai salah satu negara anggota dari ASEAN, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia harus ikut serta dalam perjanjian yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Kesepakatan atau perjanjian perdagangangan antara negara-negara ASEAN Cina yang disebut ACFTA ( Asean China Free Trade Area ).
    Perjanjian yang menyangkut perdagangan bebas ini identik dengan hubungan kerjasama dagang antar negara anggota ASEAN ataupun negara non-anggota. Dalam impementasinya perdagangan bebas harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat mempengaruhi prinsip perdagangan yaitu seperti prinsip sentral dari keuntungan komparatif (Comparatif Advantege) selain itu juga, kita harus memperhatikan pro dan kontra dibidang tarif dan kuota, serta melihat bagaimana jenis mata uang (valuta asing) yang diperdagangkan berdasarkan kurs tukar valuta asing. Asean China Free Trade Area (ACFTA) yaitu dimana tidak adanya hambatan tarif (bea masuk 0-5 %) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara ASEAN dan juga China .
    Tujuan dari ACFTA sendiri itu adalah memperkuat dan meningkatkan kerja sama antar negara terkait, yaitu meliberisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tarif. Kesepakatan perjanjian itu mencakup dalam tiga bidang yang strategis yaitu: perdagangan barang-barang, jasa, dan juga investasi. Perjanjian ACFTA adalah kerja sama dalam bidang ekonomi, Economic Co-opertaion between Asean and people’s Republic of China, yaitu kerjasama antara seluruh anggota daripada ASEAN dengan Negara Cina.
    Perjanjian ini bermula di tandatangani pada tanggal 5 November 2002 yang melahirkan tiga buah kesepakatan, Kesepakatan pertama, pada tanggal 29 November 2002 yang melahirkan suatu kesepakatan di bidang barang (Agreement on Trade in Goods), lalu diadakannya kesepakatan kedua, pada tanggal 14 Januari 2007 yang menghasilkan suatu bentuk kesepakatan di bidang perdagangan dan jasa (Agreement on Trade in Service), dan adanya kesepakatan ketiga, pada tanggal 15 Agustus 2007 yang menghasilkan kesepakatan di bidang investasi (Agreement on Investation). Pada tanggal 1 Januari 2010 kesepakatan atau perjanjian perdagangngan ACFTA mulai diberlakuakan.

    Latar Belakang Masalah

    ASEAN merupakan organisasi regional yang keanggotaannya terdiri dari negara-negara Asia Tenggara. Pada saat ini negara-negara kawasan Asia Tenggara termasuk Cina mengadakan suatu perjanjian perdagangan. ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) adalah suatu perjanjian tentang perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan Cina Kesepakatan mengenai ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2010. Hal ini menyebabkan produk-produk Cina dapat bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia . Tidak hanya Indonesia yang menjadi sasaran melainkan seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. produk Cina yang super murah telah membanjiri pasar.
    Bagi suatu negara yang terlibat dalam suatu persetujuan perdagangan bebas, tentunya dengan membuat persetujuan ini diperkirakan akan mendapat keuntungan dan kerugian. Dengan membuka pasar seluas-luasnya berarti impor barang dan jasa dari negara lain mengalir dengan bebas dan deras. Hal ini dapat mengancam sektor-sektor ekonomi tertentu dalam negeri. Tentunya akan selalu ada sektor-sektor yang dikorbankan karena tidak mampu bersaing. Ketika informasi-informasi seputar ACFTA mencuat ke permukaan, sebagian industri lokal banyak yang kalang kabut. Bahkan bukan hanya pengusaha, para pekerjapun turut melakuakan aksi demonstrasi menolak ACFTA mereka menyadari bahwa lambat laun akan berdampak pada kesejahteraan mereka.
    Walau disepakati relatif lama, ternyata kesepakatan ini mendapat tantangan tatkala mulai diberlakukan banyak pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah itu sendiri yang baru menyadari akan pengaruh akan perjanjian ACFTA tersebut.

    ACFTA Merupakan Produk Globalisasi

    Era globalisasi dari hari ke hari terus menerus akan berlangsung, kondisi kehidupan dalam proses globalisasi di setiap negara terkesan meningkat. Apalagi jika diukur oleh indikator-indikator yang luas salah satunya adalah dalam hal ekonomi. Negara-negara maju dan kuat memanglah sudah dipastikan sebagai negara yang dapat meraih keuntungan besar dari proses globalisasi, dan negara-negara berkembang juga negara miskin tidak dapat dipastikan akan meraih keuntungan yang positif dari globalisasi ataupun tidak dari proses globalisasi.
    ACFTA merupakan produk keluaran dari globalisasi. Sebenaranya ACFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN dan Cina untuk berkompetisi secara fair untuk memasarkan produk hasil dari negerinya. Dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwa Cina merupakan “Roda Penggerak“ dalam bidang barang, jasa dan investasi, dan mau tidak mau suka tidak suka, pemerintahan manapun harus siap dengan perjanjian tersebut termasuk Indonesia.
    Indonesia juga harus juga siap menghadapi perjanjian atau kesepakatan ACFTA tersebut. Mulai diberlakukannya perjanjian ACFTA akan berdampak pada makin kuatnya produk Cina yang akan masuk ke Indonesia, apalagi dengan bebasnya biaya masuk atau pajak masuk produk barang yang di produksi oleh Cina, produk Cina memang begitu kuat pasarnya apalagi ditambah dengan bebasnya tarif pajak tersebut. Harga produk Cina pun bisa lebih murah daripada produk lokal. Tentu saja dengan adanya hal tersebut sebagian industri lokal banyak yang menolak akan adanya ACFTA.
    Walaupun perjanjian ACFTA ini sudah relatif lama diberlakukan Indonesia masih dikatakan sulit untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Tekanan dari kalangan pengusaha industri lokal sangatlah kuat dan menandakan bahwa pengaruh akan adanya perjanjian ACFTA tersebut akan berdampak negatif pada usaha menengah mereka, bukan hanya para pengusaha industri saja para pekerja pun menyadari akan hal itu, walaupun pengaruh ACFTA belum mereka alami saat ini namun lambat laun para pekerja pun akan merasakan dampak yang diberikan oleh ACFTA. Situasi itulah yang dirasakan oleh negara Indonesia yang terbilang sebagai negara berkembang.
    Tidak dapat dipungkiri ACFTA sebagai produk globalisasi akan relatif berpengaruh bukan hanya terhadap negara maju saja tetapi berpengaruh juga terhadap negara-negara berkembang. Dengan adanya globalisasi di dunia ini telah membuat seakan negara satu dan negara lainya kehilangan batas-batas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara bangsa“.

    BAB II
    ACFTA DI BANTEN

    Pemberlakuan ASEAN-China Ftee Trade Aggre-ment (ACFTA) berdampak bagi produksi industri di sebagian besar wilayah Indonesia, namun tidak bagi industri di Banten. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Hudaya mengatakan hal itu dapat dibuktikan berdasarkan data. Hingga akhir triwulan 1 tahun 2010. produksi industri besar, kecil maupun menengah di Banten, untuk nilai ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 20,28 persen.
    Angka ekspor merupakan bukti industri di Banten, sanggup bertahan terhadap gempuran produk-produk dari China. Strateginya, agar industri Banten tetap stabil dari dampak pemberlakukan ACFTA yaitu dengan mempertahankan kondisi nilai ekspor tetap pada angka yang sama hingga akhir triwulan tahun ini.
    Bila kondisi ini akan tetap sampai akhir triwulan tahun 2010, maka ekonomi di Banten tetap stabil dan kondusif. Adapun Januari 2010, nilai ekspor industri Banten mencapai 586 juta US dolar atau naik 20.28 persen dari Desember 2009. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 58 persen disumbang dari lima komoditas industri yakni alas kaki, bahan baku mineral, tembaga atau logam, plastik, dan kertas/karton.
    Untuk kontribusi industri tekstil pada nilai ekspor Banten hanya mencapai 5 persen. Namun demikian kita perlu mewaspadai terutama bakal dampak yang perlu dikhawatirkan akibat CAFTA itu adalah pada komoditas yang diproduksi oleh industri kecil menengah (IKM) di Banten. Seperti pakaian, komponen elektronik dan logam.
    Kelompok IKM akan mengalami dampak akibat ACFTA. sebab diperkirakan sampai akhir triwulan II gempuran produk China akan makin besar. Terkait itu. Kita harus berupaya mengantisipasi dengan meningkatkan kualitas berbagai macam produk dalam negeri yang akan diperjualbelikan baik di dalam dan luar. Untuk itu semua produk bukan hanya memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) tapi juga harus memiliki Nomor Registrasi Produk (NRP).
    Pengaruh ACFTA terhadap Provinsi Banten sangat signifikan karena sebelum diberlakukannya ACFTA, perekonomian Banten defisit 25,81 % yang disebabkan nilai ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.
    Sejumlah produk yang akan terkena dampak negatif dari ACFTA ini, di antaranya produk tekstil, baja, dan kosmetik. Dampaknya, industri lokal tidak dapat menaikan harga barang karena barang impor lebih murah dibandingkan harga barang ekspor. Saat barang naik, pelaku usaha selalu dibayangi mahalnya nilai produksi yang akan menambah nilai harga pokok penjualan dan tidak dapat bersaing dengan produk impor terutama dari China yang harganya murah dan gampang ditemukan di pasar.
    Adapun sektor yang terkena dampak negatif ialah sektor industri karena tingginya biaya ekonomi serta buruknya infrastuktur fisik dan nonfisik industri di dalam negeri. Sektor lain yakni perdagangan, karena biaya produksi yang tinggi dan banyaknya barang China yang masuk secara legal maupun ilegal dengan harga sangat murah.
    Antisipasi yang mungkin bisa dicapai yaitu tunda ACFTA sampai barang atau jasa Indonesia bisa siap dengan persaingan ketat di antara negara Asean dan dilakukan modifikasi pada barang atau jasa di Indonesia,” jelas Eli.
    Pemerintah melakukan upaya komprehensif dalam rangka melindungi masyarakat dari kegoncangan yang bisa berdampak pada kemiskinan. Adapun antisipatif untuk Banten, pemerintah melaksanakan kegiatan pengawasan barang dan jasa secara berkala terhadap barang China.
    Gejolak di daerah termasuk di Tangerang terhadap kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) pada 2010 ini sebagai bukti ketidaksiapan daerah dan pelaku usaha. Dalam rentang waktu penundaan tersebut, pemerintah, khususnya pemerintah daerah lebih serius mendorong iklim usaha yang kondusif dan kompetitif. Pemerintah juga harus berupaya menghapus atau menghentikan pungutan-pungutan liar, menurunkan pajak, memberantas korupsi.
    Sebelumnya, untuk menghadapi ACFTA ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten akan membatasi produk China masuk ke wilayah Banten. Kebijakan ini pun disambut positif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang.
    Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang Djuanda Usman mengatakan, jika tak ada pembatasan produk China, pihaknya khawatir produk lokal akan tergilas dan gulung tikar. “Apalagi apabila kita belum siap bersaing dengan produk luar, seperti dari China. Produk China sangat berpotensi menjadi ancaman bagi produk-produk dalam negeri. Sebab, produk China harganya terjangkau oleh masyarakat. Diinformasikan, produk-produk China yang banyak diproduksi di Kota dan Kabupaten Tangerang antara lain tekstil dan sepatu. Pabriknya menyebar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

    BAB III
    DAMPAK ACFTA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

    Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China.
    Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang luar serta memiliki pasar yang lebih tertata, para petani pun merasakan dampaknya. Buah lokal lebih mahal dari buah impor. Apalagi jika ACFTA benar-benar mulai diberlakukan. Sudah dapat dipastikan semakin banyak produk-produk China membanjiri pasaran Indonesia. Ditambah dengan perilaku konsumen kita yang mementingkan gengsi daripada gizi jelas akan memilih buah dan makanan impor karena dianggap lebih bergengsi. Maka semakin terpuruklah pedagang kecil dan produsen pangan alias petani kita.
    Dampak ACFTA bagi perekonomian bangsa ini memang luar biasa. Efek dominonya akan membuat gonjang-ganjing perekonomian nasional secara makro maupun mikro. Namun karena saya bukanlah pakar ekonomi maka saya tidak akan membahas hal itu. Saya hanya mengingatkan bahwa ada dampak yang lebih besar dan kompleks ketika ACFTA berlaku, yakni dampaknya terhadap lingkungan.
    Ketika persaingan bebas digelar maka para produsen akan berlomba-lomba menekan biaya produksi demi mendapatkan harga murah. Biaya produksi dipangkas baik dari ongkos buruh, mengurangi bahan baku dan menurunkan kwalitas barang. Maka logis apa kata orang Jawa ana rega ana rupa, semakin murah harga barang maka semakin rendah kwalitas. Semakin rendah kwalitas maka semakin cepat rusak. Semakin rusak maka semakin banyak sampah menumpuk.
    Ambil contoh kasus barang elektronik. Ketika barang dijual dengan harga murah dan kwalitas rendah maka hampir pasti tidak ada suku cadang alias spare part. Maka bisa dibayangkan ketika barang-barang elektronik yang rusak dan menjadi sampah, berapa banyak gunung-gunung sampah yang akan terbentuk? Bukankah ketika sebelum ACFTA saja sudah banyak barang elektronik dari China menjadi barang sekali pakai. Begitu rusak maka yo diguwak (dibuang – Ind). Ditambah ketika ACFTA benar-benar dilaksanakan. Artinya, lingkungan hidup menjadi terancam. Jangan kaget dan jangan heran ketika suatu saat akan ada tumpukan rongsokan kulkas, TiPi, HP, atau rongsokan sepeda motor yang menggunung karena sudah tidak bisa digunakan lagi.
    Itu baru satu jenis barang, elektronik. Ada juga pakaian, ada produk-produk pertanian seperti buah dan sayur maupun makanan siap saji alias instan. Semua berpotensi menumpuk sampah. Saat Apel Malang kalah dengan Apel Shangdong atau ketika Jeruk Medan tidak laku dibanding Jeruk Shanghai maka selain petani kita makin merugi, sampah juga semakin banyak.

    Daftar Pustaka
    1. http://www.walhi.or.id/component/content/article/132-kegiatan/644-acfta?lang=in
    2. http://blogs.unpad.ac.id/yogix/2010/02/22/apa-itu-acfta/
    3. http://kaumbiasa.com/dampak-acfta-pada-lingkungan-hidup.php
    4. http://radarbanten.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=52586
    5. http://www.pusdima-fis.co.cc/2010/03/dampak-positif-dan-negatif-acfta.html

  9. safrudin November 17, 2010 pada 11:29 pm #

    Tugas Pengantar Bisnis

    Nama : Safrudin
    NPM : 201003142
    Kelas/Semester : Karyawan/I
    Jurusan : Akuntansi
    Judul Makalah : “ACFTA DAN Pengaruhnya Terhadap Bisnis Di Banten”

    BAB I
    AWAL BERDIRINYA ACFTA

    Sebagai salah satu negara anggota dari ASEAN, tidak bisa dipungkiri lagi bahwa Indonesia harus ikut serta dalam perjanjian yang dilakukan oleh negara-negara ASEAN. Kesepakatan atau perjanjian perdagangangan antara negara-negara ASEAN Cina yang disebut ACFTA ( Asean China Free Trade Area ).
    Perjanjian yang menyangkut perdagangan bebas ini identik dengan hubungan kerjasama dagang antar negara anggota ASEAN ataupun negara non-anggota. Dalam impementasinya perdagangan bebas harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat mempengaruhi prinsip perdagangan yaitu seperti prinsip sentral dari keuntungan komparatif (Comparatif Advantege) selain itu juga, kita harus memperhatikan pro dan kontra dibidang tarif dan kuota, serta melihat bagaimana jenis mata uang (valuta asing) yang diperdagangkan berdasarkan kurs tukar valuta asing. Asean China Free Trade Area (ACFTA) yaitu dimana tidak adanya hambatan tarif (bea masuk 0-5 %) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara ASEAN dan juga China .
    Tujuan dari ACFTA sendiri itu adalah memperkuat dan meningkatkan kerja sama antar negara terkait, yaitu meliberisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tarif. Kesepakatan perjanjian itu mencakup dalam tiga bidang yang strategis yaitu: perdagangan barang-barang, jasa, dan juga investasi. Perjanjian ACFTA adalah kerja sama dalam bidang ekonomi, Economic Co-opertaion between Asean and people’s Republic of China, yaitu kerjasama antara seluruh anggota daripada ASEAN dengan Negara Cina.
    Perjanjian ini bermula di tandatangani pada tanggal 5 November 2002 yang melahirkan tiga buah kesepakatan, Kesepakatan pertama, pada tanggal 29 November 2002 yang melahirkan suatu kesepakatan di bidang barang (Agreement on Trade in Goods), lalu diadakannya kesepakatan kedua, pada tanggal 14 Januari 2007 yang menghasilkan suatu bentuk kesepakatan di bidang perdagangan dan jasa (Agreement on Trade in Service), dan adanya kesepakatan ketiga, pada tanggal 15 Agustus 2007 yang menghasilkan kesepakatan di bidang investasi (Agreement on Investation). Pada tanggal 1 Januari 2010 kesepakatan atau perjanjian perdagangngan ACFTA mulai diberlakuakan.

    Latar Belakang Masalah

    ASEAN merupakan organisasi regional yang keanggotaannya terdiri dari negara-negara Asia Tenggara. Pada saat ini negara-negara kawasan Asia Tenggara termasuk Cina mengadakan suatu perjanjian perdagangan. ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) adalah suatu perjanjian tentang perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan Cina Kesepakatan mengenai ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2010. Hal ini menyebabkan produk-produk Cina dapat bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia . Tidak hanya Indonesia yang menjadi sasaran melainkan seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. produk Cina yang super murah telah membanjiri pasar.
    Bagi suatu negara yang terlibat dalam suatu persetujuan perdagangan bebas, tentunya dengan membuat persetujuan ini diperkirakan akan mendapat keuntungan dan kerugian. Dengan membuka pasar seluas-luasnya berarti impor barang dan jasa dari negara lain mengalir dengan bebas dan deras. Hal ini dapat mengancam sektor-sektor ekonomi tertentu dalam negeri. Tentunya akan selalu ada sektor-sektor yang dikorbankan karena tidak mampu bersaing. Ketika informasi-informasi seputar ACFTA mencuat ke permukaan, sebagian industri lokal banyak yang kalang kabut. Bahkan bukan hanya pengusaha, para pekerjapun turut melakuakan aksi demonstrasi menolak ACFTA mereka menyadari bahwa lambat laun akan berdampak pada kesejahteraan mereka.
    Walau disepakati relatif lama, ternyata kesepakatan ini mendapat tantangan tatkala mulai diberlakukan banyak pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah itu sendiri yang baru menyadari akan pengaruh akan perjanjian ACFTA tersebut.

    ACFTA Merupakan Produk Globalisasi

    Era globalisasi dari hari ke hari terus menerus akan berlangsung, kondisi kehidupan dalam proses globalisasi di setiap negara terkesan meningkat. Apalagi jika diukur oleh indikator-indikator yang luas salah satunya adalah dalam hal ekonomi. Negara-negara maju dan kuat memanglah sudah dipastikan sebagai negara yang dapat meraih keuntungan besar dari proses globalisasi, dan negara-negara berkembang juga negara miskin tidak dapat dipastikan akan meraih keuntungan yang positif dari globalisasi ataupun tidak dari proses globalisasi.
    ACFTA merupakan produk keluaran dari globalisasi. Sebenaranya ACFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN dan Cina untuk berkompetisi secara fair untuk memasarkan produk hasil dari negerinya. Dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwa Cina merupakan “Roda Penggerak“ dalam bidang barang, jasa dan investasi, dan mau tidak mau suka tidak suka, pemerintahan manapun harus siap dengan perjanjian tersebut termasuk Indonesia.
    Indonesia juga harus juga siap menghadapi perjanjian atau kesepakatan ACFTA tersebut. Mulai diberlakukannya perjanjian ACFTA akan berdampak pada makin kuatnya produk Cina yang akan masuk ke Indonesia, apalagi dengan bebasnya biaya masuk atau pajak masuk produk barang yang di produksi oleh Cina, produk Cina memang begitu kuat pasarnya apalagi ditambah dengan bebasnya tarif pajak tersebut. Harga produk Cina pun bisa lebih murah daripada produk lokal. Tentu saja dengan adanya hal tersebut sebagian industri lokal banyak yang menolak akan adanya ACFTA.
    Walaupun perjanjian ACFTA ini sudah relatif lama diberlakukan Indonesia masih dikatakan sulit untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Tekanan dari kalangan pengusaha industri lokal sangatlah kuat dan menandakan bahwa pengaruh akan adanya perjanjian ACFTA tersebut akan berdampak negatif pada usaha menengah mereka, bukan hanya para pengusaha industri saja para pekerja pun menyadari akan hal itu, walaupun pengaruh ACFTA belum mereka alami saat ini namun lambat laun para pekerja pun akan merasakan dampak yang diberikan oleh ACFTA. Situasi itulah yang dirasakan oleh negara Indonesia yang terbilang sebagai negara berkembang.
    Tidak dapat dipungkiri ACFTA sebagai produk globalisasi akan relatif berpengaruh bukan hanya terhadap negara maju saja tetapi berpengaruh juga terhadap negara-negara berkembang. Dengan adanya globalisasi di dunia ini telah membuat seakan negara satu dan negara lainya kehilangan batas-batas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara bangsa“.

    BAB II
    ACFTA DI BANTEN

    Pemberlakuan ASEAN-China Ftee Trade Aggre-ment (ACFTA) berdampak bagi produksi industri di sebagian besar wilayah Indonesia, namun tidak bagi industri di Banten. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Hudaya mengatakan hal itu dapat dibuktikan berdasarkan data. Hingga akhir triwulan 1 tahun 2010. produksi industri besar, kecil maupun menengah di Banten, untuk nilai ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 20,28 persen.
    Angka ekspor merupakan bukti industri di Banten, sanggup bertahan terhadap gempuran produk-produk dari China. Strateginya, agar industri Banten tetap stabil dari dampak pemberlakukan ACFTA yaitu dengan mempertahankan kondisi nilai ekspor tetap pada angka yang sama hingga akhir triwulan tahun ini.
    Bila kondisi ini akan tetap sampai akhir triwulan tahun 2010, maka ekonomi di Banten tetap stabil dan kondusif. Adapun Januari 2010, nilai ekspor industri Banten mencapai 586 juta US dolar atau naik 20.28 persen dari Desember 2009. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 58 persen disumbang dari lima komoditas industri yakni alas kaki, bahan baku mineral, tembaga atau logam, plastik, dan kertas/karton.
    Untuk kontribusi industri tekstil pada nilai ekspor Banten hanya mencapai 5 persen. Namun demikian kita perlu mewaspadai terutama bakal dampak yang perlu dikhawatirkan akibat CAFTA itu adalah pada komoditas yang diproduksi oleh industri kecil menengah (IKM) di Banten. Seperti pakaian, komponen elektronik dan logam.
    Kelompok IKM akan mengalami dampak akibat ACFTA. sebab diperkirakan sampai akhir triwulan II gempuran produk China akan makin besar. Terkait itu. Kita harus berupaya mengantisipasi dengan meningkatkan kualitas berbagai macam produk dalam negeri yang akan diperjualbelikan baik di dalam dan luar. Untuk itu semua produk bukan hanya memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) tapi juga harus memiliki Nomor Registrasi Produk (NRP).
    Pengaruh ACFTA terhadap Provinsi Banten sangat signifikan karena sebelum diberlakukannya ACFTA, perekonomian Banten defisit 25,81 % yang disebabkan nilai ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.
    Sejumlah produk yang akan terkena dampak negatif dari ACFTA ini, di antaranya produk tekstil, baja, dan kosmetik. Dampaknya, industri lokal tidak dapat menaikan harga barang karena barang impor lebih murah dibandingkan harga barang ekspor. Saat barang naik, pelaku usaha selalu dibayangi mahalnya nilai produksi yang akan menambah nilai harga pokok penjualan dan tidak dapat bersaing dengan produk impor terutama dari China yang harganya murah dan gampang ditemukan di pasar.
    Adapun sektor yang terkena dampak negatif ialah sektor industri karena tingginya biaya ekonomi serta buruknya infrastuktur fisik dan nonfisik industri di dalam negeri. Sektor lain yakni perdagangan, karena biaya produksi yang tinggi dan banyaknya barang China yang masuk secara legal maupun ilegal dengan harga sangat murah.
    Antisipasi yang mungkin bisa dicapai yaitu tunda ACFTA sampai barang atau jasa Indonesia bisa siap dengan persaingan ketat di antara negara Asean dan dilakukan modifikasi pada barang atau jasa di Indonesia,” jelas Eli.
    Pemerintah melakukan upaya komprehensif dalam rangka melindungi masyarakat dari kegoncangan yang bisa berdampak pada kemiskinan. Adapun antisipatif untuk Banten, pemerintah melaksanakan kegiatan pengawasan barang dan jasa secara berkala terhadap barang China.
    Gejolak di daerah termasuk di Tangerang terhadap kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) pada 2010 ini sebagai bukti ketidaksiapan daerah dan pelaku usaha. Dalam rentang waktu penundaan tersebut, pemerintah, khususnya pemerintah daerah lebih serius mendorong iklim usaha yang kondusif dan kompetitif. Pemerintah juga harus berupaya menghapus atau menghentikan pungutan-pungutan liar, menurunkan pajak, memberantas korupsi.
    Sebelumnya, untuk menghadapi ACFTA ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten akan membatasi produk China masuk ke wilayah Banten. Kebijakan ini pun disambut positif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang.
    Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang Djuanda Usman mengatakan, jika tak ada pembatasan produk China, pihaknya khawatir produk lokal akan tergilas dan gulung tikar. “Apalagi apabila kita belum siap bersaing dengan produk luar, seperti dari China. Produk China sangat berpotensi menjadi ancaman bagi produk-produk dalam negeri. Sebab, produk China harganya terjangkau oleh masyarakat. Diinformasikan, produk-produk China yang banyak diproduksi di Kota dan Kabupaten Tangerang antara lain tekstil dan sepatu. Pabriknya menyebar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

    BAB III
    DAMPAK ACFTA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

    Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China.
    Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang luar serta memiliki pasar yang lebih tertata, para petani pun merasakan dampaknya. Buah lokal lebih mahal dari buah impor. Apalagi jika ACFTA benar-benar mulai diberlakukan. Sudah dapat dipastikan semakin banyak produk-produk China membanjiri pasaran Indonesia. Ditambah dengan perilaku konsumen kita yang mementingkan gengsi daripada gizi jelas akan memilih buah dan makanan impor karena dianggap lebih bergengsi. Maka semakin terpuruklah pedagang kecil dan produsen pangan alias petani kita.
    Dampak ACFTA bagi perekonomian bangsa ini memang luar biasa. Efek dominonya akan membuat gonjang-ganjing perekonomian nasional secara makro maupun mikro. Namun karena saya bukanlah pakar ekonomi maka saya tidak akan membahas hal itu. Saya hanya mengingatkan bahwa ada dampak yang lebih besar dan kompleks ketika ACFTA berlaku, yakni dampaknya terhadap lingkungan.
    Ketika persaingan bebas digelar maka para produsen akan berlomba-lomba menekan biaya produksi demi mendapatkan harga murah. Biaya produksi dipangkas baik dari ongkos buruh, mengurangi bahan baku dan menurunkan kwalitas barang. Maka logis apa kata orang Jawa ana rega ana rupa, semakin murah harga barang maka semakin rendah kwalitas. Semakin rendah kwalitas maka semakin cepat rusak. Semakin rusak maka semakin banyak sampah menumpuk.
    Ambil contoh kasus barang elektronik. Ketika barang dijual dengan harga murah dan kwalitas rendah maka hampir pasti tidak ada suku cadang alias spare part. Maka bisa dibayangkan ketika barang-barang elektronik yang rusak dan menjadi sampah, berapa banyak gunung-gunung sampah yang akan terbentuk? Bukankah ketika sebelum ACFTA saja sudah banyak barang elektronik dari China menjadi barang sekali pakai. Begitu rusak maka yo diguwak (dibuang – Ind). Ditambah ketika ACFTA benar-benar dilaksanakan. Artinya, lingkungan hidup menjadi terancam. Jangan kaget dan jangan heran ketika suatu saat akan ada tumpukan rongsokan kulkas, TiPi, HP, atau rongsokan sepeda motor yang menggunung karena sudah tidak bisa digunakan lagi.
    Itu baru satu jenis barang, elektronik. Ada juga pakaian, ada produk-produk pertanian seperti buah dan sayur maupun makanan siap saji alias instan. Semua berpotensi menumpuk sampah. Saat Apel Malang kalah dengan Apel Shangdong atau ketika Jeruk Medan tidak laku dibanding Jeruk Shanghai maka selain petani kita makin merugi, sampah juga semakin banyak.

  10. Devi Indriani November 17, 2010 pada 11:30 pm #

    Tugas Pengantar Bisnis

    Nama : Devi Indriani
    NPM : 201002865
    Kelas/Semester : Karyawan/I
    Jurusan : Manajemen
    Judul Makalah : “ACFTA DAN Pengaruhnya Terhadap Bisnis Di Banten”

    Sejarah Terbentuknya ACFTA

    ACFTA ( Asean China Free Trade Area ) adalah Kesepakatan atau perjanjian perdagangangan antara negara-negara ASEAN Cina. Perjanjian yang menyangkut perdagangan bebas ini identik dengan hubungan kerjasama dagang antar negara anggota ASEAN ataupun negara non-anggota. Dalam impementasinya perdagangan bebas harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat mempengaruhi prinsip perdagangan yaitu seperti prinsip sentral dari keuntungan komparatif (Comparatif Advantege) selain itu juga, kita harus memperhatikan pro dan kontra dibidang tarif dan kuota, serta melihat bagaimana jenis mata uang (valuta asing) yang diperdagangkan berdasarkan kurs tukar valuta asing. Asean China Free Trade Area (ACFTA) yaitu dimana tidak adanya hambatan tarif (bea masuk 0-5 %) maupun hambatan non-tarif bagi negara-negara ASEAN dan juga China .
    Tujuan dari ACFTA sendiri itu adalah memperkuat dan meningkatkan kerja sama antar negara terkait, yaitu meliberisasikan perdagangan barang dan jasa melalui pengurangan atau penghapusan tarif. Kesepakatan perjanjian itu mencakup dalam tiga bidang yang strategis yaitu: perdagangan barang-barang, jasa, dan juga investasi. Perjanjian ACFTA adalah kerja sama dalam bidang ekonomi, Economic Co-opertaion between Asean and people’s Republic of China, yaitu kerjasama antara seluruh anggota daripada ASEAN dengan Negara Cina.
    Perjanjian ini bermula di tandatangani pada tanggal 5 November 2002 yang melahirkan tiga buah kesepakatan, Kesepakatan pertama, pada tanggal 29 November 2002 yang melahirkan suatu kesepakatan di bidang barang (Agreement on Trade in Goods), lalu diadakannya kesepakatan kedua, pada tanggal 14 Januari 2007 yang menghasilkan suatu bentuk kesepakatan di bidang perdagangan dan jasa (Agreement on Trade in Service), dan adanya kesepakatan ketiga, pada tanggal 15 Agustus 2007 yang menghasilkan kesepakatan di bidang investasi (Agreement on Investation). Pada tanggal 1 Januari 2010 kesepakatan atau perjanjian perdagangngan ACFTA mulai diberlakuakan.
    ASEAN merupakan organisasi regional yang keanggotaannya terdiri dari negara-negara Asia Tenggara. Pada saat ini negara-negara kawasan Asia Tenggara termasuk Cina mengadakan suatu perjanjian perdagangan. ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) adalah suatu perjanjian tentang perdagangan bebas antara negara-negara ASEAN dan Cina Kesepakatan mengenai ACFTA (ASEAN Cina Free Trade Area) mulai diberlakukan pada tanggal 1 Januari 2010. Hal ini menyebabkan produk-produk Cina dapat bebas masuk ke negara-negara anggota ASEAN termasuk Indonesia . Tidak hanya Indonesia yang menjadi sasaran melainkan seluruh dunia termasuk Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang. produk Cina yang super murah telah membanjiri pasar.
    Bagi suatu negara yang terlibat dalam suatu persetujuan perdagangan bebas, tentunya dengan membuat persetujuan ini diperkirakan akan mendapat keuntungan dan kerugian. Dengan membuka pasar seluas-luasnya berarti impor barang dan jasa dari negara lain mengalir dengan bebas dan deras. Hal ini dapat mengancam sektor-sektor ekonomi tertentu dalam negeri. Tentunya akan selalu ada sektor-sektor yang dikorbankan karena tidak mampu bersaing. Ketika informasi-informasi seputar ACFTA mencuat ke permukaan, sebagian industri lokal banyak yang kalang kabut. Bahkan bukan hanya pengusaha, para pekerjapun turut melakuakan aksi demonstrasi menolak ACFTA mereka menyadari bahwa lambat laun akan berdampak pada kesejahteraan mereka.
    Walau disepakati relatif lama, ternyata kesepakatan ini mendapat tantangan tatkala mulai diberlakukan banyak pelaku usaha, akademisi, hingga pemerintah itu sendiri yang baru menyadari akan pengaruh akan perjanjian ACFTA tersebut.

    ACFTA Merupakan Produk Globalisasi

    Era globalisasi dari hari ke hari terus menerus akan berlangsung, kondisi kehidupan dalam proses globalisasi di setiap negara terkesan meningkat. Apalagi jika diukur oleh indikator-indikator yang luas salah satunya adalah dalam hal ekonomi. Negara-negara maju dan kuat memanglah sudah dipastikan sebagai negara yang dapat meraih keuntungan besar dari proses globalisasi, dan negara-negara berkembang juga negara miskin tidak dapat dipastikan akan meraih keuntungan yang positif dari globalisasi ataupun tidak dari proses globalisasi.
    ACFTA merupakan produk keluaran dari globalisasi. Sebenaranya ACFTA merupakan peluang bagi negara ASEAN dan Cina untuk berkompetisi secara fair untuk memasarkan produk hasil dari negerinya. Dalam hal ini seperti yang kita ketahui bahwa Cina merupakan “Roda Penggerak“ dalam bidang barang, jasa dan investasi, dan mau tidak mau suka tidak suka, pemerintahan manapun harus siap dengan perjanjian tersebut termasuk Indonesia.
    Indonesia juga harus juga siap menghadapi perjanjian atau kesepakatan ACFTA tersebut. Mulai diberlakukannya perjanjian ACFTA akan berdampak pada makin kuatnya produk Cina yang akan masuk ke Indonesia, apalagi dengan bebasnya biaya masuk atau pajak masuk produk barang yang di produksi oleh Cina, produk Cina memang begitu kuat pasarnya apalagi ditambah dengan bebasnya tarif pajak tersebut. Harga produk Cina pun bisa lebih murah daripada produk lokal. Tentu saja dengan adanya hal tersebut sebagian industri lokal banyak yang menolak akan adanya ACFTA.
    Walaupun perjanjian ACFTA ini sudah relatif lama diberlakukan Indonesia masih dikatakan sulit untuk mengimplementasikan perjanjian tersebut. Tekanan dari kalangan pengusaha industri lokal sangatlah kuat dan menandakan bahwa pengaruh akan adanya perjanjian ACFTA tersebut akan berdampak negatif pada usaha menengah mereka, bukan hanya para pengusaha industri saja para pekerja pun menyadari akan hal itu, walaupun pengaruh ACFTA belum mereka alami saat ini namun lambat laun para pekerja pun akan merasakan dampak yang diberikan oleh ACFTA. Situasi itulah yang dirasakan oleh negara Indonesia yang terbilang sebagai negara berkembang.
    Tidak dapat dipungkiri ACFTA sebagai produk globalisasi akan relatif berpengaruh bukan hanya terhadap negara maju saja tetapi berpengaruh juga terhadap negara-negara berkembang. Dengan adanya globalisasi di dunia ini telah membuat seakan negara satu dan negara lainya kehilangan batas-batas teritorialnya serta berujung pada hilangnya status “negara bangsa“.

    ACFTA DI BANTEN

    Pemberlakuan ASEAN-China Ftee Trade Aggre-ment (ACFTA) berdampak bagi produksi industri di sebagian besar wilayah Indonesia, namun tidak bagi industri di Banten. Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Hudaya mengatakan hal itu dapat dibuktikan berdasarkan data. Hingga akhir triwulan 1 tahun 2010. produksi industri besar, kecil maupun menengah di Banten, untuk nilai ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 20,28 persen.
    Angka ekspor merupakan bukti industri di Banten, sanggup bertahan terhadap gempuran produk-produk dari China. Strateginya, agar industri Banten tetap stabil dari dampak pemberlakukan ACFTA yaitu dengan mempertahankan kondisi nilai ekspor tetap pada angka yang sama hingga akhir triwulan tahun ini.
    Bila kondisi ini akan tetap sampai akhir triwulan tahun 2010, maka ekonomi di Banten tetap stabil dan kondusif. Adapun Januari 2010, nilai ekspor industri Banten mencapai 586 juta US dolar atau naik 20.28 persen dari Desember 2009. Dari total ekspor tersebut, sebanyak 58 persen disumbang dari lima komoditas industri yakni alas kaki, bahan baku mineral, tembaga atau logam, plastik, dan kertas/karton.
    Untuk kontribusi industri tekstil pada nilai ekspor Banten hanya mencapai 5 persen. Namun demikian kita perlu mewaspadai terutama bakal dampak yang perlu dikhawatirkan akibat CAFTA itu adalah pada komoditas yang diproduksi oleh industri kecil menengah (IKM) di Banten. Seperti pakaian, komponen elektronik dan logam.
    Kelompok IKM akan mengalami dampak akibat ACFTA. sebab diperkirakan sampai akhir triwulan II gempuran produk China akan makin besar. Terkait itu. Kita harus berupaya mengantisipasi dengan meningkatkan kualitas berbagai macam produk dalam negeri yang akan diperjualbelikan baik di dalam dan luar. Untuk itu semua produk bukan hanya memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI) tapi juga harus memiliki Nomor Registrasi Produk (NRP).
    Pengaruh ACFTA terhadap Provinsi Banten sangat signifikan karena sebelum diberlakukannya ACFTA, perekonomian Banten defisit 25,81 % yang disebabkan nilai ekspor lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor.
    Sejumlah produk yang akan terkena dampak negatif dari ACFTA ini, di antaranya produk tekstil, baja, dan kosmetik. Dampaknya, industri lokal tidak dapat menaikan harga barang karena barang impor lebih murah dibandingkan harga barang ekspor. Saat barang naik, pelaku usaha selalu dibayangi mahalnya nilai produksi yang akan menambah nilai harga pokok penjualan dan tidak dapat bersaing dengan produk impor terutama dari China yang harganya murah dan gampang ditemukan di pasar.
    Adapun sektor yang terkena dampak negatif ialah sektor industri karena tingginya biaya ekonomi serta buruknya infrastuktur fisik dan nonfisik industri di dalam negeri. Sektor lain yakni perdagangan, karena biaya produksi yang tinggi dan banyaknya barang China yang masuk secara legal maupun ilegal dengan harga sangat murah.
    Antisipasi yang mungkin bisa dicapai yaitu tunda ACFTA sampai barang atau jasa Indonesia bisa siap dengan persaingan ketat di antara negara Asean dan dilakukan modifikasi pada barang atau jasa di Indonesia,” jelas Eli.
    Pemerintah melakukan upaya komprehensif dalam rangka melindungi masyarakat dari kegoncangan yang bisa berdampak pada kemiskinan. Adapun antisipatif untuk Banten, pemerintah melaksanakan kegiatan pengawasan barang dan jasa secara berkala terhadap barang China.
    Gejolak di daerah termasuk di Tangerang terhadap kesepakatan perdagangan bebas ASEAN-China (ACFTA) pada 2010 ini sebagai bukti ketidaksiapan daerah dan pelaku usaha. Dalam rentang waktu penundaan tersebut, pemerintah, khususnya pemerintah daerah lebih serius mendorong iklim usaha yang kondusif dan kompetitif. Pemerintah juga harus berupaya menghapus atau menghentikan pungutan-pungutan liar, menurunkan pajak, memberantas korupsi.
    Sebelumnya, untuk menghadapi ACFTA ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten akan membatasi produk China masuk ke wilayah Banten. Kebijakan ini pun disambut positif Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Tangerang.
    Sekretaris Apindo Kabupaten Tangerang Djuanda Usman mengatakan, jika tak ada pembatasan produk China, pihaknya khawatir produk lokal akan tergilas dan gulung tikar. “Apalagi apabila kita belum siap bersaing dengan produk luar, seperti dari China. Produk China sangat berpotensi menjadi ancaman bagi produk-produk dalam negeri. Sebab, produk China harganya terjangkau oleh masyarakat. Diinformasikan, produk-produk China yang banyak diproduksi di Kota dan Kabupaten Tangerang antara lain tekstil dan sepatu. Pabriknya menyebar di Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang.

    DAMPAK ACFTA TERHADAP LINGKUNGAN HIDUP

    Disepakatinya ASEAN-China Free Trade Agreement (ACFTA) pada Januari 2010 lalu setidaknya membuat banyak pihak khawatir. Para pengusaha mulai khawatir produk-produknya tidak bisa bersaing dengan produk-produk dari China. Lha wong belum ada ACFTA saja produk China telah membanjiri pasar Indonesia. Sedikit namun pasti menggeser dan menyingkirkan produk-produk lokal. Murahnya harga adalah alasan orang memilih produk dari China.
    Jangankan para pengusaha yang bermodal besar dengan jaringan yang luar serta memiliki pasar yang lebih tertata, para petani pun merasakan dampaknya. Buah lokal lebih mahal dari buah impor. Apalagi jika ACFTA benar-benar mulai diberlakukan. Sudah dapat dipastikan semakin banyak produk-produk China membanjiri pasaran Indonesia. Ditambah dengan perilaku konsumen kita yang mementingkan gengsi daripada gizi jelas akan memilih buah dan makanan impor karena dianggap lebih bergengsi. Maka semakin terpuruklah pedagang kecil dan produsen pangan alias petani kita.
    Dampak ACFTA bagi perekonomian bangsa ini memang luar biasa. Efek dominonya akan membuat gonjang-ganjing perekonomian nasional secara makro maupun mikro. Namun karena saya bukanlah pakar ekonomi maka saya tidak akan membahas hal itu. Saya hanya mengingatkan bahwa ada dampak yang lebih besar dan kompleks ketika ACFTA berlaku, yakni dampaknya terhadap lingkungan.
    Ketika persaingan bebas digelar maka para produsen akan berlomba-lomba menekan biaya produksi demi mendapatkan harga murah. Biaya produksi dipangkas baik dari ongkos buruh, mengurangi bahan baku dan menurunkan kwalitas barang. Maka logis apa kata orang Jawa ana rega ana rupa, semakin murah harga barang maka semakin rendah kwalitas. Semakin rendah kwalitas maka semakin cepat rusak. Semakin rusak maka semakin banyak sampah menumpuk.
    Ambil contoh kasus barang elektronik. Ketika barang dijual dengan harga murah dan kwalitas rendah maka hampir pasti tidak ada suku cadang alias spare part. Maka bisa dibayangkan ketika barang-barang elektronik yang rusak dan menjadi sampah, berapa banyak gunung-gunung sampah yang akan terbentuk? Bukankah ketika sebelum ACFTA saja sudah banyak barang elektronik dari China menjadi barang sekali pakai. Begitu rusak maka yo diguwak (dibuang – Ind). Ditambah ketika ACFTA benar-benar dilaksanakan. Artinya, lingkungan hidup menjadi terancam. Jangan kaget dan jangan heran ketika suatu saat akan ada tumpukan rongsokan kulkas, TiPi, HP, atau rongsokan sepeda motor yang menggunung karena sudah tidak bisa digunakan lagi.
    Itu baru satu jenis barang, elektronik. Ada juga pakaian, ada produk-produk pertanian seperti buah dan sayur maupun makanan siap saji alias instan. Semua berpotensi menumpuk sampah. Saat Apel Malang kalah dengan Apel Shangdong atau ketika Jeruk Medan tidak laku dibanding Jeruk Shanghai maka selain petani kita makin merugi, sampah juga semakin banyak.

  11. lia atfalia Desember 10, 2010 pada 12:12 pm #

    Nama : Lia atfaliah
    NPM : 200902653
    Class : E ( executive )

    Strategi Penanggulangan kemiskinan di daerah

    Penanggungan kemiskinan di lakukan di berbagai jalur atas biaya Negara sbb :
    • Jalur pembangunan nasional oleh ( departemen/lembaga Negara non departemen )
    • Jalur pembangunan daerah ( oleh pemda )
    • Jalur pembangunan khusus ( mix antara pemerintah pusat & pemerintah daerah ) atas biaya lembaga pembiayaan komersill
    • Jalur Bank Umum & BPR
    • Jalur koperasi
    • Jalur lembaga pembiayaan informal ( LSM ) atas biaya dunia usaha ( nono komersil )
    • Jalur kemitraan & pemberdayaan lingkungan
    • Jalur pembiayaan BI ( KLBI )

    Perpres 7/2005 rencana pembangunan jangka menengah 2004-2008 mempercepat kemandirian & kesejahteraan masyarakat miskin yang diupayakan melalui kerjasama antara masyarakat ,dunia usaha dan pemerintah .

    Upaya tersebut dilakukan melalui cara berikut :
    • Peluasan kesempatan ( promoting opportunity ) yaitu strategi yang secara tidak langsung mengarah pada kelompok sasaran, tetapi menciptakan suasana dan lingkungan yang mendukung penanggulangan kemiskinan ,
    • Pemberdayaan masyarakat ( community empowerment ) sebagai strategi yang secara langsung mengarah pada keluarga masyarakat miskin
    • Perlindungan social ( social protection ) bagi keluarga miskin yang berada di wilayah terpencil melalui upaya khusus, dan
    • Penguatan jaringan kerja daerah ( regional networking ) guna mengoptimalkan kemitraan antara pemerintah,swasta,masyarakat madani dalam membantu masyarakat miskin.

    Penanggulangan kemiskinan = peningkatan kesejahteraan,meningkatkan pendapatan + meringankan beban.

    Adapun beberapa konsumsi pendapatan & kegiatan yang harus direncanakan dan dianggarkan untuk rakyat miskin yaitu :
    Melakukan harmonisasi program-program yang outputnya dapat memberikan kesempatan berusaha & menciptakan penghasilan bagi masyarakat miskin agar dapat meringankan konsumsi masyarakat miskin, seperti : pertanian,perikanan,dagang & industri mikro,pekerjaan sector informal,pekerjaan konstruksi.

    Demografi menekan laju pertumbuhan penduduk miskin dengan cara ikut program KB.
    Agar terjaminnya/meningkatnya sumberdaya untuk mendukung pencapaian target sbb:
    • Memadukan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan dengan kebijakan & program nasional serta mangembalikan sumberdaya lingkungan yang hilang.
    • Menurunkan proporsi penduduk tanpa akses terhadap sumber air minum yang aman dan berkelanjutan serta fasilitas sanitasi dasar sebesar separuhnya pada 2015.
    • Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan penduduk miskin di pemukiman kumuh pada tahun 2020.
    • Mengendalikan HIV/AIDS dan mulai menurun nya kasus baru pada tahun 2015.
    • Mengendalikan penyakit malaria dan penyakit lain nya pada tahun 2015
    • Menurunkan angka kematian balita sebesar dua-sepertiga nya antara tahun 1990 dan 2015.
    • Menghilangkan ketimpangan gender di tingkat pendidikan dasar & lanjutan pada tahun 2005 dan disemua jenjang pendidikan pada tahun 2015.

  12. Desi Ratnasari Desember 10, 2010 pada 12:58 pm #

    STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DAERAH

    1. Meningkatkan Pendapatan + Meringankan Beban

    Pertama: Mengurangi Beban Pengeluaran. Strategi mengurangi beban pengeluaran penduduk miskin adalah segenap upaya pemerintah, swasta, dan masyarakat madani yang secara langsung melakukan campur tangan ke dalam beberapa bentuk kegiatan penduduk miskin dengan tujuan utama pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia yang berkaitan dengan aspek pendidikan, kesehatan, dan perbaikan kebutuhan dasar tertentu lainnya, serta pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia berkaitan dengan perbaikan aspek lingkungan, permukiman, perumahan, dan prasarana pendukungnya.

    Kedua: Meningkatkan Pendapatan/Kesejahteraan. Strategi meningkatkan pendapatan penduduk miskin adalah segenap upaya pemerintah, swasta, dan masyarakat madani yang secara langsung melakukan campur tangan ke dalam beberapa bentuk kegiatan penduduk miskin dengan tujuan utama pemberdayaan dan pengembangan kemampuan manusia yang berkaitan dengan aspek usaha, lapangan kerja, dan lain-klain yang dapat meningkatkan pendapatan penduduk miskin.

    2. Meningkatkan Kesejahteraan

    Pertama, mengubah paradigma penanggulangan kemiskinan kemiskinan bukan sebagai upaya memberantas kemiskinan, tapi meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin (rumah tangga miskin).

    Kedua, pengarusutamaan peningkatan kesejahteraan keluarga miskin. Pilar ini merujuk pada pengharmonisasian sumber-sumber daya yang ada untuk menggerakkan kesejahteraan keluarga miskin. Pilar ini sederhana namanya, namun dalam realita membutuhkan komitmen yang kuat dari para pesertanya. Siapa mengerjakan apa di suatu kabupaten/kota dan kecamatan harus didefinisikan secara jelas. Apa yang dikerjakan boleh bermacam-macam cara, mulai dari menyediakan fasilitasi/pendampingan, pelayanan keuangan mikro, pelayanan umum dasar, dan seterusnya, namun tujuannya adalah satu, yaitu meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin.

    Ketiga, kelembagaan penanggulangan kemiskinan daerah. Mengikuti implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah, maka pemerintah daerah telah mempunyai kewenangan lebih dalam mengelola langsung keuangan daerahnya sendiri. Persoalannya terletak pada perhatian pemerintahan daerah (para pimpinan eksekutif maupun legislatif daerah) pada upaya penanggulanga kemiskinan. Untuk mengingatkan tugas dan fungsi meringankan beban dan meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin maka komponen masyarakat harus memperkuat kebersamaan. Dalam hal ini, peran dunia perguruan tinggi dan lembaga/kelompok swadaya masyarakat lokal sangat penting. Dalam menjalankan peran penguatan kelembagaan penanggulangan kemiskinan ini, dukungan dari dunia usaha (perbankan dan yang lainnya) sangat signifikan. Oleh karena itu, suatu forum kelembagaan penanggulangan kemiskinan daerah yang bersifat lintaspelaku (multi-stakeholder) sangat penting ada di daerah yang terutama banyak penduduk miskinnya.

    Keempat, melibatkan masyarakat sipil. Bagaimanapun juga, upaya penanggulangan kemiskinan harus menjadi gerakan nasional. Oleh karena itu, semua elemen masyarakat harus peduli pada upaya membantu penduduk miskin untuk menjadi lebih ringan bebannya dan menjadi sejahtera hidupnya.

    Kelima, tersedianya data dasar yang solid. Saat ini telah tersedia Data Rumah Tangga Miskin yang disusun oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai hasil Sensus Pendataan Sosial Ekonomi Rumah Tangga (PSE.05 RT). Data tersebut dapat menjadi acuan awal untuk menyusun kebutuhan dasar keluarga miskin. Kemudian menetapkan berapa satuan biayanya.

    3. Memanfaatkan Indikator MDGs sebagai Cara Menghitung Kebutuhan Dana Penanggulangan Kemiskinan

    Indikator yang menjadi ukuran pencapaian target MDGs dapat melacak perkembangan siklus kehidupan ”manusia”. Manusia –dalam tanda petik—dapat mempunyai arti sebagai keluarga yang terdiri dari kepala keluarga dan anggota keluarganya. Merunut ukuran usianya, maka siklus kehidupan manusia dapat dimulai sejak sebelum kelahiran –berarti adalah ibu hamil–, kemudian dilanjutkan dengan masa kelahiran sejak hari kelahiran hingga usia balita, kemudian berlanjut ke usia anak-anak hingga menginjak masa produktif. Sejak usia produktif, maka ”individu” bersangkutan mempunyai hak untuk bekerja layak, dan selanjutnya hingga mencapai usia pensiun individu tersebut bersiap menikmati masa pensiun. Memasuki usia manula, individu siap melanjutkan siklus kehidupan berikutnya mempersiapkan generasi lebih lanjut. Indikator MDGs dapat mengukur kualitas hidup masing-masing konteks usia dalam siklus kehidupan manusia tersebut.

  13. Resma R Andriyani Januari 3, 2011 pada 5:19 am #

    MAKALAH
    STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DAERAH (CILEGON)
    Disusun Oleh :
    RESMA R ANDRIYANI
    SEMESTER V (LIMA)
    KELAS EKSEKUTIF (RUANG E)
    JURUSAN MANAGEMEN

    STIE AL KHAERIYAH
    CILEGON
    2010

    KATA PENGANTAR

    Rasa syukur yang dalam kami sampaikan ke hadiran Tuhan Yang Maha Pemurah, karena berkat kemurahanNya makalah ini dapat Penulis selesaikan sesuai yang diharapkan. Dalam makalah ini Penulis membahas “Strategi penanggulangan kemiskinan di daerah”, bukan suatu masalah yang baru yang di alami INDONESIA. Ini adalah cita-cita Rakyat INDONESIA sejak Negara ini merdeka agar dapat mensejahterakan rakyat INDONESIA secara menyeluruh dan merata.
    Makalah ini dibuat dalam rangka TUGAS mata kuliah, dalam proses pendalaman materi ini, tentunya Penulis mendapatkan bimbingan, arahan, koreksi dan saran, untuk itu rasa terima kasih Penulis ucapkan kepada pihak yang telah membantu.
    Demikian makalah ini saya buat semoga bermanfaat,

    Cilegon, 11 Desember 2010
    Penulis’

    DAFTAR ISI
    Halaman judul
    Kata Pengantar
    Daftar Isi
    BAB I Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Daerah
    • Kemiskinan dan Kualitas Sumberdaya Manusia
    • Penyebab Kemiskinan
    • Strategi Penanggulangan Kemiskinan
    • Contoh Program Penanggulangan Kemiskinan yang dilakukan di daerah CILEGON (SPP MAN digratiskan, bantuan masyarakat langsung (BML) dicairkan dan PEM digulirkan)
    .
    BAB 2 Kesimpulan dan Saran
    Daftar Pustaka

    BAB 1 STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI DAERAH
    • Kemiskinan dan Kualitas Sumberdaya Manusia
    Di Indonesia, masalah kemiskinan bukanlah masalah yang baru. Sejak bangsa Indonesia merdeka, menjadi cita-cita bangsa adalah mensejahterakan seluruh rakyat Karena kenyataan yang dihadapi adalah kemiskinan yang masih diderita oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Hampir setiap pemimpin di Indonesia, selalu menghadapi kenyataan ini, meskipun bentuk kemiskinan yang terjadi tidak sama di setiap era suatu pemerintahan. Kemiskinan tidak hanya menjadi permasalahan bagi Indonesia saja yang disebut sebagai negara berkembang, bahkan negara-negara maju pun mengalami kemiskinan walaupun tidak sebesar negara Dunia Ketiga. Secara umum, jenis-jenis kemiskinan dapat dibagi menjadi dua, yaitu kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Pertama, kemiskinan absolut, di mana dengan pendekatan ini diidentifikasi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan tertentu. Kedua, kemiskinan relatif, yaitu pangsa pendapatan nasional yang diterima oleh masing-masing golongan pendapatan. Berbeda dengan kemiskinan absolut, kemiskinan relatif bersifat dinamis dan tergantung di mana seseorang tinggal.
    Untuk lebih mengetahui secara pasti tingkat kemiskinan suatu masyarakat maka diciptakan indikator kemiskinan atau garis kemiskinan. Di Indonesia, garis kemiskinan BPS menggunakan dua macam pendekatan, yaitu pendekatan kebutuhan dasar (basic needs approach) dan pendekatan Head Count Index. Selain itu, terdapat garis kemiskinan lainnya, yaitu garis kemiskinan Sajogyo dan garis kemiskinan Esmara. Sajogyo mendefinisikan batas garis kemiskinan sebagai tingkat konsumsi per kapita setahun yang sama dengan beras. Kelemahan dari metode ini adalah hanya menggunakan acuan satu harga komoditi dan porsinya dalam anggaran keluarga, bahkan dalam keluarga miskin, menurun secara cepat. Berdasarkan kelemahan tersebut Esmara mencoba untuk menetapkan suatu garis kemiskinan pedesaan dan perkotaan yang dipandang dari sudut pengeluaran aktual pada sekelompok barang dan jasa esensial, seperti yang diungkapkan secara berturut-turut dalam Susenas.
    • Penyebab Kemiskinan
    Menurut Sharp et al., Kemiskinan dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya, perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal. Sedangkan lingkaran setan kemiskinan versi Nurkse sangat relevan dalam menjelaskan fenomena kemiskinan yang terjadi di negara-negara terbelakang. Menurutnya negara miskin itu miskin karena dia miskin (a poor country is poor because it is poor). Sementara Menurut Thorbecke, kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena, pertama, krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan, seperti konstruksi, perdagangan dan perbankan yang membawa dampak negatif terhadap pengangguran di perkotaan; kedua, penduduk pedesaan dapat memenuhi tingkat subsistensi dari produksi mereka sendiri. Hasil studi atas 100 desa yang dilakukan oleh SMERU Research Institute memperlihatkan bahwa pertumbuhan belum tentu dapat menanggulangi kemiskinan, namun perlu pertumbuhan yang keberlanjutan dan distribusi yang lebih merata serta kemudahan akses bagi rakyat miskin.
    • Strategi Penanggulangan Kemiskinan
    Strategi penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai cara. Di Jepang, solusi yang diterapkan adalah dengan menerapkan pajak langsung yang progresif atas tanah dan terbatas pada rumah tangga petani pada lapisan pendapatan yang tinggi, sedangkan Cina melakukannya melalui pembentukan kerangka kelembagaan perdesaan dengan kerja sama kelompok dan brigades di tingkat daerah yang paling rendah (communes). Di sisi lain, solusi pemberantasan kemiskinan di Taiwan melalui mobilisasi sumber daya dari sektor pertanian dengan mengandalkan mekanisme pasar. Selain strategi di atas, ada juga Model Pertumbuhan Berbasis Teknologi atau Rural-Led Development yang menyoroti potensi pesatnya pertumbuhan dalam sektor pertanian yang dibuka dengan kemajuan teknologi dan kemungkinan sektor pertanian menjadi sektor yang memimpin.
    Di Indonesia, salah satu strategi penanggulangan kemiskinan ditempuh melalui pemberdayaan partisipatif masyarakat melalui P2KP. Sasaran dari program ini adalah kaum miskin perkotaan yang sangat rentan terhadap krisis dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. Saat ini sedang dikembangkan program PNPM yang disasarkan kepada masyarakat pedesaan. Selain strategi diatas, Strategi pembangunan berdimensi manusia menawarkan konsep yang lebih luas dan menyeluruh yang meliputi semua pilihan-pilihan kebutuhan manusia pada semua tingkatan masyarakat dan semua tahapan pembangunan.
    Konsep ini meletakkan pembangunan di sekitar manusia, bukan manusia di sekitar pembangunan. Elemen penting dari pembangunan manusia adalah tersedianya pilihan-pilihan bagi masyarakat untuk dapat hidup sehat dan panjang umur, memperoleh pendidikan, dan memperoleh akses bagi sumber daya yang diperlukan untuk standar hidup yang layak, dan memperoleh kebebasan politik sebagai warga negara untuk berpartisipasi dalam kehidupan bernegara.
    Besarnya investasi suatu negara dalam pembangunan manusia yang terlihat dalam proporsi pengeluaran publik untuk sektor pendidikan dan kesehatan dalam anggaran belanja negaranya dapat digunakan untuk mengetahui sejauh mana sebuah negara memperhatikan pembangunan manusianya.
    Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berada pada tahap transisi antara penduduk muda menjadi penduduk tua. Hasil pembangunan di bidang kependudukan di Indonesia terlihat dari perubahan komposisi penduduk menurut umur yang tercermin dari semakin rendahnya proporsi penduduk tidak produktif dan semakin rendahnya angka beban tanggungan. Proporsi penduduk usia kerja dalam angkatan kerja mengalami peningkatan pada tahun 1999-2001. TPAK di Indonesia menunjukkan jumlah yang lebih tinggi di daerah perdesaan dibandingkan di perkotaan karena tingkat partisipasi sekolah untuk SLTP dan SLTA lebih tinggi di daerah perkotaan.
    Berangkat dari dua strategi diatas, mari kita secara barsama mendorong dan mendukung aksi nyata bagaiamana kemiskinan bisa diatasi, pengangguran dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat meningkat yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah. Tidak saling mengkalim keberhasilan pembangunan atau pengentasan kemiskinan yang tidak pernah kunjung selesai perdebatannya.
    • Contoh Program Penanggulangan Kemiskinan yang dilakukan di daerah CILEGON (SPP MAN digratiskan, bantuan masyarakat langsung (BML) dicairkan dan PEM digulirkan).
    Pendidikan adalah hak setiap warga negara yang wajib mendapat perhatian serius dari semua pihak. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 pasal 2 bahwa pendanaan pendidikan menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat. Pendidikan tidak mungkin dapat terwujud tanpa didukung dengan berbagai faktor, terutama yang menyangkut faktor pendanaan. Hal ini seringkali menjadi keluhan warga masyarakat pendidikan pada umumnya dan wali murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Cilegon pada khususnya yang notabene tingkat ekonominya rata-rata menengah ke bawah.
    Pemerintah Kota Cilegon sangat konsen dan responsif terhadap masalah ini, sehingga mengambil langkah konkrit dengan mengeluarkan kebijakan yng dituangkan dalam Surat Keputusan Walikota Cilegon Nomor : 422.4/Kep.336-Dindik/2008 tentang Pembebasan Sumbangan Pembiayaan Pendidikan (SPP) dari orangtua siswa pada Sekolah Dasar (SD), SMP, SMA dan SMK Negeri di Kota Cilegon. Disamping itu telah digulirkan bantuan honor guru madrasah kepada 1.859 orang, dengan rincian sebesar Rp. 300.000,- per orang setiap bulan, sehingga total anggaran sebesar Rp. 6.692.400.000,-. Bukan hanya itu, bantuan beasiswa kepada siswa berprestasi dan kurang mampu serta siswa sekolah TPA/TKA, Madrasah Diniyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah mencapai Rp. 11 milyar.
    Pada program 100 Hari Kerja Walikota periode 2010-2015 telah mengembangkan kebijakan dalam bidang pendidikan yaitu pada tingkat MA Negeri, yang selama ini sangat diharapkan oleh orang tua siswa juga pihak Madrasah. Walikota Cilegon, H. Tb. Iman Ariyadi menyampaikan, program SPP gratis pada Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Cilegon ini bertujuan meringankan beban orang tua/wali siswa terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 12 tahun dan sebagai tindak lanjut berhasilnya program wajar dikdas 9 tahun di Kota Cilegon.
    Sasaran pemberian SPP MAN gratis ini sebanyak 2 madrasah negeri, yaitu MAN Cilegon sebanyak 470 siswa dan MAN Pulomerak sebanyak 454 siswa, sehingga total jumlah siswa penerima SPP gratis sebanyak 924 siswa. Besaran SPP per siswa per bulan dalah Rp. 50.000,- untuk 5 bulan pada Tahun 2010 (Agustus-Desember 2010). Total Anggaran program SPP gratis Tahun 2010 ini sebesar Rp. 231.000.000,- yang mulai dicairkan pada Bulan Agustus 2010.
    NO. SEKOLAH JUMLAH SISWA
    1. MAN CILEGON 470
    2. MAN PULOMERAK 454
    JUMLAH 924

    Pada program 100 Hari Kerja Walikota dan Wakil Walikota (Iman Ariyadi dan Edi Ariadi) dalam agenda ‘’CILEGON CERDAS DAN SEHAT’’ juga diluncurkan Jamkesda untuk 16.666 orang dengan total anggaran 1,6 Milyar.
    Salah satu program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota periode 2010-2015 (H. Tb. Iman Ariyadi, S.Ag, MM, M.Si dan Drs. H. Edi Ariadi, M.Si) adalah pelaksanaan agenda ‘CILEGON SEJAHTERA’, melalui kegiatan pemberian Bantuan Masyarakat Langsung (BML) bagi masyarakat miskin atau disebut juga Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan pemberian pinjaman modal usaha bagi Wirausaha Baru (WUB) dan Usaha Mikro kecil (UMK). Disamping itu juga diluncurkan program pemugaran rumah tidak layak huni, dengan target kinerja 80 rumah di Kelurahan Gunung Sugih dan Tegal Ratu, dengan total alokasi dana Rp. 500 juta.
    Kedua program tersebut merupakan salah satu strategi percepatan penanggulangan kemiskinan yang dilaksanakan di Kota Cilegon. Hal ini sesuai dengan Peraturan Presiden RI Nomor 15 Tahun 2010 tentang Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, bahwa kemiskinan merupakan permasalahan bangsa yang mendesak yang memerlukan langkah-langkah penanganan dan pendekatan yang sistematik, terpadu dan menyeluruh. Langkah ini dalam rangka mengurangi beban dan memenuhi hak-hak dasar warga secara layak melalui pembangunan inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kehidupan yang bermartabat.
    Pemberian BML dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat miskin dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga, akibat terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok pada saat bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri. Dengan demikan masyarakat miskin dapat meningkat daya belinya. BML dikelola dengan prinsip berpihak kepada masyarakat miskin, transparan dan akuntabel.
    BML tahap 2, Tahun 2010 akan diberikan kepada 16.979 RTS (Data PPLS BPS 2008), masing-masing RTS menerima Rp. 200.000,- atau jumlah keseluruhan sebesar Rp. 3.395.800.000,- Rencana pemberian BML akan dimulai tanggal 27 Agustus 2010 sampai tanggal 1 September 2010, serentak di 43 kelurahan.
    Selanjutnya, dalam pembangunan ekonomi kerakyatan, sejak Tahun 2002 Pemerintah Kota Cilegon sudah membangun ekonomi yang memihak kepada rakyat kecil (pro poor) melalui program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM). Tujuan program PEM adalah untuk menumbuhkan minat masyarakat dalam berwirausaha, menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran secara berkelanjutan, mengembangkan potensi komoditas unggulan UMK, dan mewujudkan UMK yang unggul dan mandiri. Pendekatan yang dilakukan dalam memberdayakan UMK adalah melalui pendekatan manajemen, pendekatan pembiayaan, pendekatan teknologi dan pendekatan spiritual.
    Pemerintah Kota Cilegon sampai saat ini sudah menyalurkan pinjaman lunak kepada 2.827 orang masyarakat miskin / pengangguran dengan total anggaran sebesar Rp. 4,588 milyar untuk menjadi wirausaha baru. Disamping itu pinjaman juga disalurkan kepada Usaha Mikro Kecil (UMK) sebanyak 2.986 orang dengan total alokasi anggaran sebesar Rp.19,4 milyar. Dalam pelaksanaan program 100 hari, Pemerintah Kota Cilegon akan menyalurkan pinjaman modal usaha kepada 40 wirausaha baru, 60 UMK, dan 112 petani melon dengan total pinjaman sebesar Rp. 446.000.000,-.
    Launching SPP MAN gratis sekaligus penyaluran Bantuan Masyarakat Langsung (BML), Serta penyaluran pinjaman modal usaha bagi wiraswasta telah dilakukan pada hari kamis 26 Agustus 2010 pukul 16.00WIB.
    Ribuan masyarakat cilegon memadati Rumah Dinas Walikota Cilegon dalam rangka menyaksikan launching kebijakan program 100 hari kerja pemerintahan Walikota Cilegon H. Tb. Iman Ariyadi dan Wakil Walikota Cilegon Drs. H. Edi Ariadi M.Si. kebijakan yang pro rakyat diantaranya, yaitu launching gratis SPP Madrasah Aliyah Negeri (MAN), Penyaluran Bantuan Masyarakat Langsung (BML), serta penyaluran Pinjaman Modal Usaha bagi wirausaha baru. Acara yang dirangkaikan dengan peringatan Malam Nuzulul Qur’an tsb dibuka langsung oleh Walikota Cilegon H. Tb. Iman Ariyadi, S.Ag, MM, M.Si dan dihadiri oleh Wakil Walikota Cilegon Drs. H. Edi Ariadi M.Si, serta dihadiri pula oleh Ketua DPRD Arief Rifai Badawi, Bapak Pembangunan H. Tb. Aat Syafaat, S.Sos, M.Si, Staff Ahli Kementrian Agama RI KH. Tulus, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH. Tarmizi Taher sekaligus sebagai penceramah, Plt. Sekda, Asda I, Asda II, dan Asda III, seluruh Kepala Dinas/Badan/Instansi, Camat dan Lurah Se-Kota Cilegon, unsur Muspida, Alim Ulama, dam Wakil Perusahaan BUMD/BUMS.
    Dalam sambutannya Walikota Cilegon H. Tb. Iman Ariyadi, S.Ag, MM, M.Si mengatakan, pendidikan wajib mendapat perhatian serius dari semua pihak.”Pemkot Cilegon sangat konsen dan responsive terhadap masalah pendidikan, sehingga mengeluarkan kebijakan pembebasan SPP dari orang tua siswa pada sekolah dasar (SD), SMP, SMA dan SMK negeri semasa pemerintahan pak Tb. Aat Syafa’at”.
    Respon terhadap dunia pendidikan ini terus diperluas dan dikembangkan juga terhadap sekolah madrasah. Karena itu, saat ini disampaikan bahwa Pemkot Cilegon sudah mengeluarkan kebijakan penggeratisan biaya SPP untuk Siswa MAN se-Kota Cilegon.”Saya sudah berjanji bahwa setelah dilantik bersama pak Edi, kami akan memperluas cakupan pendidikan gratis, tidak hanya untuk sekolah umum, tetapi madrasah negeri”, ujar walikota.
    Kebijakan ini perlu diapresiasi secagai bentuk perhatian Pemkot Cilegon terhadap pendidikan warganya.”Ini bukan janji, tapi saya akan berusaha dengan Pak wakil bersama jajaran aparatur pemerintah yang lain, untuk melakukan penguatan penggeratisan komponen biaya pendidikan, seperi buku, SPP pada sekolah-sekolah umum dengan madrasah-madrasah swasta,”katanya.
    Oleh sebab itu setelah lebaran, pemkot akan mengundang perbankan dan seluruh industri yang ada, untuk membicarakan upaya tersebut.
    Staff Ahli Kementrian Agama RI KH. Tulus menyampaikan bahwa Menteri Agama Surya Darma Ali memberikan aperasi dan mengucapkan terima kasih kepada Walikota Cilegon yang telah membantu sekolah madrasah, sehingga orang tua siswa MAN tidak perlu mengeluarkan biaya SPP lagi.
    Setelah acara launching tersebut Walikota Cilegon, H. Tb. Iman Ariyadi terus mengikuti Tarawih berkunjung di Masjid Ridhoallah lingkungan Gempol Wetan, Kelurahan Pabean, Kec. Purwakarta. Sedangkan Wakil Walikota Cilegon, H. Edi Ariadi Tarjung di Masjid Darul Muttaqien lingkungan Jerang Barat Kel. Karang Asem Kec. Cibeber. Sementara itu unsur Muspida dan Plt. Sekda, H. A. Hakim Lubis akan mengikuti Tarjung di 6 kecamatan terpisah. Pada kesemptan tersebut Pemerintah Kota Cilegon akan memberikan bantuan untuk masjid yang dikunjungi
    BAB 2 KESIMPULAN DAN SARAN

    • Kesimpulan
    Kesimpulan yang dapat Penulis sampaikan adalah Kemiskinan dapat disebabkan oleh ketidaksamaan pola kepemilikan sumber daya, perbedaan dalam kualitas sumber daya manusia dan disebabkan oleh perbedaan akses dalam modal dan kemiskinan dapat lebih cepat tumbuh di perkotaan dibandingkan dengan perdesaan karena, krisis cenderung memberi pengaruh terburuk kepada beberapa sektor ekonomi utama di wilayah perkotaan
    • Saran
    Saran yang dapat penulis berikan sebagai berikut:
    1. Perlu adanya program-program penanggulangan kemiskinan.
    2. Perlu adanya program-program peningkatan sumber daya manusia di daerah.
    3. Adanya pembangunan yang merata dan adil di tiap daerah.

    DAFTAR PUSTAKA

    http://www.cilegon.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=94%3Alaunching-spp-man-digratiskan-bantuan-masyarakat-langsung-bml-dicairkan-dan-pem-digulirkan&catid=20%3Aberita&Itemid=1

    http://www.bantenprov.go.id/index.php?link=dtl&id=1455

    http://www.bekasinews.com/berita/daerah/1764-pemkot-bekasi-bentuk-tim-penanggulangan-kemiskinan.html

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: